[Book Review] Persona

29502127.jpg

Judul: Persona

Genre: Young Adult

Penulis: Fakhrisina Amalia

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tebal: 248 halaman

Terbit: April 2016

Rating: 4 of 5 stars

Sinopsis:

Namanya Altair, seperti salah satu bintang terang di rasi Aquila yang membentuk segitiga musim panas. Azura mengenalnya di sekolah sebagai murid baru blasteran Jepang yang kesulitan menyebut huruf L pada namanya sendiri.

Azura merasa hidupnya yang berantakan perlahan membaik dengan kehadiran Altair. Keberadaan Altair lambat laun membuat perasaan Azura terhadap Kak Nara yang sudah lama dipendam pun luntur.

Namun, saat dia mulai jatuh cinta pada Altair, cowok itu justru menghilang tanpa kabar. Bukan hanya kehilangan Altair, Azura juga harus menghadapi kenyataan bahwa orangtuanya memiliki banyak rahasia, yang mulai terungkap satu demi satu. Dan pada saat itu, Kak Nara-lah tempat Azura berlindung.

Ketika Azura merasa kehidupannya mulai berjalan normal, Altair kembali lagi. Dan kali ini Azura dihadapkan pada kenyataan untuk memilih antara Altair atau Kak Nara.

Persona bercerita tentang Azura, gadis yang senang menyendiri dan tidak punya teman. Di sekolah, tidak ada yang tahu kalau keluarganya berantakan. Tidak ada juga yang tahu kalau Azura suka menyakiti dirinya sendiri.

Seorang cowok bernama Altair Nakayama datang ke dalam kehidupan Azura. Pemuda blasteran Jepang yang baru pindah ke sekolahnya dan sekelas dengannya itu sering sekali  mengganggu Azura. Altair sebenarnya hanya ingin berteman dengan Azura, sementara gadis itu tidak ingin membuka diri dengan siapa pun. Hanya satu orang yang dia suka dan dia percaya di sekolah. Kakak kelasnya, Nara.

Azura jengkel melihat sikap Altair, tapi saat cowok itu menjauh, dia merasa kehilangan. Akhirnya Azura memberanikan diri untuk menerima pertemanan yang ditawarkan Altair. Ternyata, keputusannya kali ini tidak salah. Altair memberikan kebahagiaan baru dalam hidupnya.  Saat Nara lulus dari sekolah, Altair menjadi sosok yang mengisi hati Azura sepenuhnya. Dia tidak lagi menyakiti dirinya sendiri.

Namun, Altair tiba-tiba pergi meninggalkan Azura, tanpa ucapan selamat tinggal.

Walau berat, Azura memulai kembali hidup barunya tanpa Altair. Di kampus dia berteman dengan Yara, yang ternyata adalah adik dari Nara. Saat masalah di rumah semakin pelik dan Azura kembali menyakiti dirinya, Nara kembali muncul dalam hidup gadis itu. Begitu juga Altair.

Kini Azura dihadapkan pada suatu kenyataan yang membuatnya harus menentukan pilihan terberat dalam hidupnya.

Bagaimana kisah Azura selanjutnya? Ke mana Altair pergi selama ini dan mengapa dia kembali? Lalu, siapa yang akan Azura pilih? Temukan jawabannya di Persona.

Review:

Sekian kalinya baca cerita yang ditulis Fa dan sekian kalinya pula aku jatuh cinta dengan cara dia bercerita. Menurutku ini novel terbaik dari Fa, setelah Happiness (karena di sana ada Farhan). Selain itu, novel ini juga memberikan warna baru dalam tulisan Fa, membuatnya namanya berhak dikenal sebagai salah satu penulis young adult lokal yang patut diperhitungkan.

Kalau baca Confession atau All You Need is Love, kita akan menemukan rasa yang manis dalam ceritanya. Di Happiness, yang mempunyai cerita yang lebih berat, rasa manis itu juga tetap terasa (walau nggak banyak). Namun di Persona ini rasa manis itu cukup jauh berkurang. Ya, hubungan Azura dan Altair dan Nara memang cukup manis, tapi konflik yang diberikan menghilangkan rasa itu. Bisa dibilang ini novel Fa dengan konflik yang berat.

Azura menyakiti dirinya untuk melupakan sakit hati yang dia rasakan. Di saat beranjak remaja, hidupnya yang tadinya bahagia berubah menjadi berantakan. Nggak semua orang bisa kuat melewati masalah seperti itu, termasuk Azura. Makanya aku bisa paham kenapa dia melakukan semua itu.

Awalnya aku senang dengan sosok Altair. Dia berhasil membuat Azura membuka dirinya untuk percaya dengan orang lain. Dia juga berhasil membuat kebiasaan buruk Azura berkurang. Tapi saat dia pergi begitu saja, aku jadi kecewa. Begitu juga saat dia kembali. Maksudku, kenapa kembali? Mau menyakiti Azura lagi?

Sori, jadi kebawa emosi deh. Hehe…

Tapi kembalinya Altair benar-benar memberikan konflik baru dalam cerita dan aku nggak menyangka akhirnya akan seperti itu. Serius, plot twist-nya mengubah cerita cinta segitiga yang biasanya berakhir klise ini jadi berada di level yang berbeda.

Well, aku sempat berpikir kalau novel ini memiliki tema yang sama dengan We Were Liar dan Made You Up. Syukur, tebakanku salah. Sekarang aku jadi ingin membaca cerita lanjutan dari Persona. I want more, Fa.

persona.jpg

image source: here, edited by me

Untuk kamu yang ingin membaca cerita remaja yang bukan sekadar cerita cinta, aku rekomedasikan banget novel ini.

Persona termasuk young adult lokal terbaik yang aku baca tahun ini. Konflik yang diberikan memang berat dan mungkin nggak semua orang suka dengan cerita tentang pengiris (cutter), tapi novel ini cukup membuka mata akan banyak hal. Salah satunya tentang peran orangtua dalam perkembangan anak. Hubungan kedua orangtuanya yang nggak bahagia membentuk Azura menjadi sosok remaja yang juga nggak bahagia. Dengan membaca novel ini kita bisa memetik pelajaran dari kehidupan keluarga Azura.

Satu lagi, untuk kamu yang juga memiliki kebiasaan buruk seperti Azura, hentikan. Ada banyak pertolongan di luar sana jadi berhenti menyakiti dirimu sendiri. Sama seperti Azura yang mencari Nara di saat dia terluka, kamu hanya perlu memberanikan diri untuk mencari dan menemukan pertolongan itu.

4 bintang untuk Azura, Altair, dan bintang-bintang di rasi Aquila.

Advertisements

2 thoughts on “[Book Review] Persona

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s