[Book Review] A untuk Amanda

29364847.jpg

Judul: A untuk Amanda

Genre: Young Adult, Realistic Fiction

Penulis: Annisa Ihsani

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tebal: 264 halaman

Terbit: Maret 2016

Rating: 5 of 5 stars

Sinopsis:

Amanda punya satu masalah kecil: dia yakin bahwa dia tidak sepandai kesan yang ditampilkannya. Rapor yang semua berisi nilai A, dia yakini karena keberuntungan berpihak padanya. Tampaknya para guru hanya menanyakan pertanyaan yang kebetulan dia tahu jawabannya.

Namun tentunya, tidak mungkin ada orang yang bisa beruntung setiap saat, kan?

Setelah dipikir-pikir, sepertinya itu bukan masalah kecil. Apalagi mengingat hidupnya diisi dengan serangkaian perjanjian psikoterapi. Ketika pulang dengan resep antidepresan, Amanda tahu masalahnya lebih pelik daripada yang siap diakuinya.

Di tengah kerumitan dengan pacar, keluarga, dan sekolahnya, Amanda harus menerima bahwa dia tidak bisa mendapatkan nilai A untuk segalanya.

Tadinya kukira orang mengalami depresi ketika ada sesuatu yang salah dengan hidup mereka. Tapi bagiku, depresi datang ketika segala hal dalam hidupku berjalan dengan sempurna.

Awalnya hidup Amanda berjalan seperti biasa. Walau Amanda hanya tinggal bersama ibunya sejak sang ayah meninggal, gadis itu tidak merasa kekurangan. Nilainya di sekolah selalu A dan sahabatnya, Tommy, ternyata juga suka dengan dirinya.

Namun, di saat segalanya terasa sempurna, keraguan tiba-tiba menghampiri Amanda. Apakah nilai A yang dia dapatkan itu karena dia pintar, atau hanya keberuntungan semata? Bisa saja kan, saat gurunya bertanya, Amanda bisa menjawab karena dia kebetulan tahu jawabannya? Dan, bisa saja kan, di saat Amanda tidak tahu pertanyaan yang ditanyakan sang guru, bukan Amanda yang diberikan pertanyaan itu?

Keraguan yang dirasakan Amanda perlahan semakin membesar hingga akhirnya gadis itu sadar kalau dia membutuhkan pertolongan.

Review:

Ini pertama kalinya aku membaca novel karya Annisa Ihsani dan aku langsung jatuh cinta. Akhirnya aku menemukan novel remaja lokal yang mengangkat isu depresi dan kesehatan mental.

Amanda menderita Impostor Syndrome alias sindrom penipu yang membuatnya nggak bisa berhenti berpikir dan akhirnya membuat dirinya jadi depresi. Sama seperti remaja pada umumnya, awalnya Amanda nggak menceritakan apa yang dia rasakan sampai akhirnya dia sadar kalau dia membutuhkan pertolongan. Amanda akhirnya menemui psikiater.

Aku suka dengan cara Annisa Ihsani mengangkat tema ini. Banyak remaja di luar sana yang merasakan depresi seperti yang dirasakan Amanda. Dan aku yakin, sama seperti Amanda, mereka juga nggak berani menceritakan apa yang mereka rasakan. Dengan membaca novel ini, mereka yang menderita depresi akan sadar kalau depresi yang mereka rasakan harus segera mereka ceritakan ke orangtua/orang yang mereka percaya dan harus segera mendapat pengobatan sebelum keadaan mereka semakin parah.

Karakter Tommy, yang juga sahabat sekaligus pacar Amanda, menjadi contoh nyata betapa penyakit mental–terutama pada remaja–masih dianggap sebelah mata. Tommy menganggap depresi yang dirasakan Amanda hanya sekadar mencari perhatian dan karena dia nggak mendekatkan diri dengan Tuhan. Padahal penyakit mental nggak ada hubungannya dengan itu semua. Novel ini menggambarkan dengan baik kalau penyakit mental itu sama seperti penyakit lainnya yang membutuhkan obat dan perhatian agar si penderita bisa kembali sehat seperti semula.

Selain tema yang diangkat, aku suka dengan karakter utama kita di novel ini. Aku suka dengan  karakter Amanda yang witty dan sarkas. Aku suka dengan pandangannya yang kritis terhadap Tuhan dan feminisme. Aku suka dengan pemikirannya terhadap kehidupan. Karakter seperti Amanda perlu lebih banyak ada di novel remaja sehingga remaja kita bisa berpikir kritis seperti Amanda, nggak cuma galau memikirkan cinta aja :p

amanda.jpg

image source: here, edited by me

Setting yang digunakan di novel ini memberi keunikan sendiri karena menggunakan setting imajiner. Amanda tinggal di negara tropis tapi sekolahnya dimulai di bulan September. Awalnya agak kagok sih, tapi lama-lama nyaman juga. Dan dengan dialog dan narasi yang sedikit kaku, juga istilah-istilah sains yang digunakan, A untuk Amanda jadi memiliki nuansa seperti novel terjemahan.

Kesimpulannya, aku benar-benar suka dengan novel ini. A untuk Amanda adalah novel young adult lokal terbaik yang aku baca sepanjang tahun 2016 ini. Aku jadi ingin membaca karya-karya Annisa Ihsani yang lain.

Dan, aku sangat merekomendasikan novel ini untuk dibaca semua orang, terutama para remaja.

5 bintang super cerah untuk Amanda.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s