[Book Review] Where She Went

8492825

Judul: Where She Went

Genre: Young Adult, Romance

Penulis: Gayle Forman

Penerbit: Speak

Tebal: 264 halaman

Terbit: April 2011

Rating: 4 of 5 stars

Sinopsis:

It’s been three years since the devastating accident . . . three years since Mia walked out of Adam’s life forever.

Now living on opposite coasts, Mia is Juilliard’s rising star and Adam is LA tabloid fodder, thanks to his new rock star status and celebrity girlfriend. When Adam gets stuck in New York by himself, chance brings the couple together again, for one last night. As they explore the city that has become Mia’s home, Adam and Mia revisit the past and open their hearts to the future – and each other.

Told from Adam’s point of view in the spare, lyrical prose that defined If I Stay, Where She Went explores the devastation of grief, the promise of new hope, and the flame of rekindled romance.

*SPOILER ALERT*

Read If I Stay first before this review

Kehidupan Adam Wilde berubah. Dia dan bandnya, Shooting Star, kini sukses besar. Platinum album, groupies, sold out tours dan berbagai interview. Adam bahkan berkencan dengan seorang selebritas. Namun ketenarannya sekarang tidak bisa menutupi luka dan rasa kehilangan yang Adam rasakan.

Tiga tahun lalu, setelah kecelakaan itu, Mia Hall meneruskan sekolah ke Julliard. Awalnya semua berjalan baik-baik saja hingga perlahan komunikasi mereka terputus. Gadis itu pergi meninggalkan dirinya.

Adam Wilde kini berubah menjadi pemuda yang arogan dan kasar.

“She kissed me good-bye. She told me that she loved me more than life itself. Then she stepped through security. She never came back.”

Hingga di malam itu, saat Adam berada di New York, takdir menemukan mereka kembali.

Adam yang sedang menyusuri jalan setelah menghancurkan sesi wawancaranya melihat poster konser Mia. Tanpa pikir panjang, dia membeli tiket dan menonton acara itu. Dia hanya ingin melihat Mia. Dia merindukan gadis itu dan permainan cello-nya.

where she went

image source: here, edited by me

Di saat acara selesai, tak disangka, Adam dipanggil untuk menemui Mia di belakang panggung. Setelah sekian lama, pemuda itu bisa bertemu lagi dengan gadis yang meninggalkannya begitu saja.

Berbeda dengan Adam yang masih terluka, Mia terlihat begitu tenang. Dia bersikap seperti sedang bertemu dengan teman lama, sementara pemuda di depannya harus menahan rasa penasaran kenapa Mia meninggalkannya. Gadis itu bahkan mengajaknya berpetualang di New York malam itu. Hingga akhirnya, saat pagi hampir menjelang, Mia menyebutkan alasan kenapa dia meninggalkan Adam.

“Because I hated you…. you made me stay.”

Bagaimana kisah Adam dan Mia selanjutnya? Temukan jawabannya di Where She Went.

Review:

I have to say I like this book better than If I Stay.

Aku baca If I Stay tahun yang lalu (kalau nggak salah) dan jujur, aku kurang menikmati cerita di buku itu.

Sebenarnya If I Stay mempunyai cerita yang menyedihkan. Suatu pagi, saat salju turun, Mia Hall kehilangan seluruh anggota keluarganya dalam kecelakaan. Tinggal dia seorang diri, berada dalam keadaan koma. Saat itu Mia dihadapkan pada sebuah pilihan. Tetap tinggal atau pergi bersama Dad, Mom dan Teddy, adik kecilnya. Dan seperti yang aku tulis di atas, Mia memilih untuk tinggal.

Sayangnya, aku kurang mendapatkan emosi yang aku inginkan saat membaca sinopsis cerita itu. Entah kenapa. Mungkin aku harus baca ulang novel itu suatu hari nanti. Siapa tahu pendapatku bisa berubah karena sebenarnya aku suka dengan film If I Stay.

Itu juga yang menjadi penyebab aku agak lama menunda membaca sekuel If I Stay ini. Untungnya aku berhasil memaksa diriku untuk membaca buku ini karena ternyata buku kedua ini jauh lebih asyik dari yang aku perkirakan.

Dengan menggunakan POV pertama dari Adam, kita bisa melihat perubahan karakter dalam dirinya. Aku suka melihat kekurangan dalam diri Adam. Aku suka membaca isi hati dan kepala rock star itu. Luka akibat kepergian Mia terasa sekali. Di novel ini ada lirik lagu yang ditulis Adam dalam album Shooting Star, Collateral Damage, dan lirik-lirik itu benar-benar menunjukkan isi hati Adam. Penuh emosi. Hehe…

Aku juga suka melihat cara pandang Adam terhadap Mia. Betapa dia membenci sekaligus mencintai gadis itu. Dan aku juga suka dengan karakter Mia di novel ini. Kecelakaan itu jelas mengubah dirinya, tapi aku senang karena dia kini terlihat lebih hidup, lebih menarik.

Beberapa karakter lama yang ada di novel If I Stay masih ada juga di novel ini, walau porsinya lebih sedikit. Seperti Kim, sahabat Mia. Aku suka dengan pertemanan Adam dan Kim saat Mia koma. Melalui alur maju mundur, kita diajak melihat lagi pertemanan Adam dan Kim setelah Mia pergi meninggalkan pemuda itu. Juga perasaan Adam terhadap keluarga Mia yang disayanginya seperti keluarganya sendiri. Dan hubungan Adam dengan anggota bandnya.

Ah, sekarang aku jadi nggak sabar menunggu film dari novel ini. Semoga saja jadi dibuat dan semoga bisa sebagus novelnya ya. Amin.

large (19)

image source: weheartit

Secara keseluruhan, aku sangat menikmati romance contemporer Young Adult yang satu ini. Walaupun mungkin ceritanya nggak seemosional If I Stay, Where She Went tetap dipenuhi dengan momen yang juga penuh emosi. Aku suka dengan perkembangan hubungan Adam dan Mia. Aku suka dengan perubahan karakter keduanya, aku suka dengan plotnya dan aku juga suka dengan setting New York yang digunakan. It’s a great YA novel, indeed.

4 bintang untuk Adam Wilde.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s