[Book Review] Scarlet

 

29265436.jpg

Judul: Scarlet

Genre: Dystopian, Re-telling, Sci-fi

Penulis: Marissa Meyer

Penerjemah: Dewi Sunarni

Penerbit: Spring

Tebal: 444 halaman

Terbit: Februari 2016

Rating: 4,5 of 5 stars

Sinopsis:

Nenek Scarlet Benoit, Michelle Benoit, menghilang. Bahkan kepolisian berhenti mencarinya dan menganggap wanita itu melarikan diri atau bunuh diri.

Marah dengan keputusan dari pihak kepolisian, Scarlet membulatkan tekad untuk mencari neneknya bersama dengan seorang pemuda petarung jalanan bernama Wolf, yang kelihatannya menyimpan informasi tentang hilangnya nenek Scarlet.

Apakah benar Wolf bisa dipercaya? Rahasia apa yang disimpan Michelle Benoit sampai dia harus menghilang?

Di belahan bumi yang lain, status Cinder berubah dari mekanik ternama menjadi buronan yang paling diinginkan di seluruh penjuru Persemakmuran Timur. Dapatkah Cinder sekali lagi menyelamatkan Pangeran Kai dan bumi dari Levana?

Scarlet Benoit, seorang gadis petani dari sebuah desa kecil di Prancis, sedang mencari neneknya yang tiba-tiba menghilang. Detektif sudah menyerah mencari sang nenek, tapi tidak dengan Scarlet.

Suatu hari, Scarlet mengantarkan sayur-mayur dari kebunnya ke sebuah restoran pelanggannya. Di sana, para tamu sedang menonton berita tentang Cinder yang merusak pesta dansa tahunan Persemakmuran Timur. Mendengar cemoohan orang-orang tentang gadis cyborg itu membuat Scarlet marah. Dia jadi teringat dengan cemoohan orang-orang tentang hilangnya sang nenek. Scarlet jadi emosi dan mencabut kabel netscreen yang sedang ditonton para tamu. Scarlet lalu bertengkar dengan salah satu tamu dan seorang pemuda bernama Wolf yang juga sedang makan di restoran itu datang menolongnya. Pemuda pemalu dan kikuk itu adalah seorang petarung misterius yang akhirnya membantu Scarlet mencari sang nenek.

Di sisi lain dunia, Cinder sedang berusaha untuk melarikan diri dari penjara. Di tengah usahanya, dia bertemu seorang napi lain bernama Carswell Thorne. Dengan bantuan Thorne dan pesawat curian yang membuatnya dipenjara, Cinder berhasil kabur. Dia juga berhasil ‘menghidupkan’ kembali Iko, android miliknya, dan menjadikannya sebagai bagian dari pesawat Thorne. Ketiganya lalu pergi ke Eropa. Mereka mencari seseorang yang pernah merawat Putri Selene, yang ternyata memiliki hubungan dengan Scarlet Benoit.

Jadi, apakah Scarlet bisa menemukan neneknya? Apakah Cinder bisa selamat dari kejaran anak buah Ratu Levana dan mendapatkan informasi tentang Putri Selene? Lalu, bagaimana dengan Kaisar Kai? Dan, siapa Wolf sebenarnya?

Temukan jawabannya di novel Scarlet yang akan terbit Februari 2016 nanti.

scarlet

image source: here, edited by me

Review:

*Sedikit peringatan: untuk yang belum baca Cinder, lebih baik dibaca dulu novelnya biar nggak bingung dan nggak kena spoiler dengan reviewku ini*

Pertama, aku mau mengucapkan terima kasih untuk Spring yang sudah memberi kesempatan untuk membaca cerita Scarlet sebelum bukunya terbit.

Whoaaa…, aku suka banget banget dengan lanjutan cerita Cinder ini. Marissa Meyer jago banget membuat hubungan cerita antara dua dongeng yang berbeda. Waktu tahu kalau cerita Cinder dan Scarlet ini saling terkait, aku sampai tepuk tangan saking kagumnya. Haha… 😄

Oh iya, untuk yang belum tahu, Cinder itu berasal dari dongeng Cinderella dan Scarlet berasal dari dongeng Red Riding Hood (Si Kerudung Merah).

large (14)

image via weheartit

Untuk alur ceritanya sendiri, sama seperti di Cinder, bagian awal cerita berjalan cukup lambat. Dengan POV ketiga, kita akan diajak untuk mengenal Scarlet, juga perjalanan Cinder mencari memori masa lalunya. Baru di pertengahan ceritanya akan berjalan seru. Terutama dari part ketiga. Wih…, jantungan bacanya. Dan walaupun ceritanya loncat-loncat dari sudut pandang Scarlet ke bagian Cinder lalu ke bagian Kaisar Kai dan bahkan ke Ratu Levana, plot ceritanya tetap rapi jadi nggak bikin bingung waktu dibaca.

Untuk karakter di novel kedua ini, aku suka banget dengan Scarlet. Bisa dibilang, dia lebih berapi-api dari Cinder. Dia bukan gadis berkerudung merah yang takut dengan serigala. Scarlet yang pantang menyerah itu adalah seorang pilot dan dia juga pandai menggunakan senjata. Go, girl!

Awalnya sih aku agak khawatir dengan karakter Cinder di novel ini, takut pesonanya hilang oleh Scarlet. Tapi ternyata karakter Cinder masih tetap menarik. Terutama saat dia mulai mencoba menggunakan kekuatan yang dimilikinya. Keren…!

Ah, iya. Iko yang sekarang berbadan pesawat juga tetap menggemaskan 😀

Selain Scarlet, karakter Wolf dan Thorne juga menarik perhatian. Terutama Wolf sih. Ya ampun, cowok misterius itu menggemaskan banget (kecuali saat dia bertarung ya :p). Aku bisa maklum kalau Scarlet jadi terpesona sama cowok yang nggak banyak bicara itu. Cuma dia serigala yang suka makan tomat. Hehe…

large (15)

fanart Scarlet dan Wolf via weheartit

Di novel ini, kita nggak akan mendapatkan perkembangan yang berarti antara Kai dan Cinder, jadi bisa dibilang hubungan antara Wolf dan Scarlet bisa memenuhi unsur romance dalam novel ini.

Lalu, bagaimana dengan Kai setelah Cinder menghilang?

Walau porsinya tidak sebanyak di buku yang pertama, aku suka dengan perubahan karakter Kai di buku kedua ini. Dia jadi lebih dewasa dan bijaksana seiring dengan gelar kaisar yang disandangnya. Sayang, sama seperti yang Cinder rasakan, aku nggak suka dengan keputusan yang diambil Kai di akhir cerita. Kenapa, Kai??? T_T

Untuk masalah teknis, aku kayaknya nggak menemukan banyak typo. Sepertinya nggak ada, malah. Untuk terjemahannya, menurutku sedikit kaku dari terjemahan Cinder, tapi masih enak kok untuk dibaca.

Kesimpulan akhir, cerita di novel Scarlet ini sukses bikin aku tambah jatuh cinta dengan The Lunar Chronicles. Makin nggak sabar baca dua buku berikutnya 😄

Buat kamu yang suka cerita fantasi young adult dengan unsur sci-fi, atau untuk kamu yang ingin membaca versi modern dari dongeng masa kecil kamu, aku rekomendasikan BANGET novel ini.

4,5 bintang untuk The Lunar Chronicles: Scarlet

Advertisements

7 thoughts on “[Book Review] Scarlet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s