[Book Review] Cafe Waiting Love

28382034

Judul: Cafe Waiting Love

Genre: Romance

Penulis: Giddens Ko

Penerjemah: Julianti

Penerbit: Haru

Tebal: 404 halaman

Terbit: Januari 2016

Rating: 4,5 of 5 stars

Sinopsis:

Dalam hidup ini, ada berapa kali saat di mana jantung berdegup dengan kencang, dan kata-kata tidak sanggup terucap?

Aku belum pernah berpacaran, tapi aku tahu bahwa seseorang yang percaya pada cinta, seharusnya menghargai momen setiap kali jantungnya berdebar, kemudian dengan berani mengejar kali berikutnya, kali berikutnya, dan kali berikutnya lagi.

Di dalam sebuah cafe kecil, setiap orang sedang menunggu seseorang.

Li Siying siswi kelas 3 SMA, tapi di usia yang masih semuda itu dia memutuskan untuk mulai hidup mandiri. Gadis itu lalu bekerja di sebuah kafe di depan Universitas Nasional Tsing Hua. Kafe tempatnya bekerja punya nama yang romantis, Waiting Love. Di sana dia bekerja dengan Nyonya Bos, sang pemilik kafe, dan Albus, barista dengan ekspresi datar yang dapat meracik kopi seaneh apapun pesanannya. Ya, kamu bisa memesan kopi Tapak Duka Nestapa dan Albus akan membuatkannya dengan ekspresi yang sama seperti saat kamu memesan latte.

Sejak awal kehidupan, setiap orang sudah ditakdirkan untuk bertemu dengan seseorang di suatu tempat. Bagiku, suatu tempat itu mungkin adalah di sini.

Di Cafe Waiting Love, untuk pertama kalinya Siying merasakan yang namanya jatuh cinta. Sayangnya Zeyu, pemuda yang disukai Siying itu, tidak menyadari perasaannya. Zeyu justru sangat sering berganti pasangan dan malah meminta pendapat Siying tentang pacar-pacarnya.

Suatu hari, sekolah Siying kedatangan para mahasiswa klub seluncur dari Universitas Tsing Hua. Di antara para mahasiswa yang datang itu, ada satu sosok yang tidak asing di telinga Siying. Jadi, beberapa hari sebelumnya, Kakak Siying bercerita tentang anggota klub seluncur dari Universitas Tsing Hua yang pacarnya direbut seorang lesbian. Dan, tak disangka, Siying bertemu dengan orang yang diceritakan kakaknya. A Tuo.

Waktu pertama kali mendengar cerita A Tuo, Siying menertawakan kebodohan pemuda itu. Bisa dibilang, semua orang yang mendengar cerita itu pasti tertawa. Anehnya, A Tuo tidak marah diolok-olok seperti itu. Siying jadi kasihan dengan pemuda malang itu dan membela A Tuo di depan teman-temannya.

Berkat Siying, A Tuo kembali menemukan rasa percaya dirinya. Mereka jadi berteman dekat. Sebagai rasa terima kasih, A Tuo mengajak Siying menemui teman-temannya yang unik. A Tuo juga membantu Siying agar bisa mendapatkan perhatian Zeyu. Dia bahkan membantu gadis itu belajar hingga bisa masuk di universitas yang sama dengan Zeyu.

Tapi, saat apa yang diinginkan Siying hampir tercapai, gadis itu jadi ragu. Apakah Zeyu memang seseorang yang Siying tunggu? Temukan jawabannya di Cafe Waiting Love.

Review:

Pertama, aku mau mengucapkan terima kasih banyak untuk Penerbit Haru yang sudah mengirimkan novel ini untuk direview. Ini pertama kalinya aku baca M-novel dari Haru, juga pertama kalinya juga baca karya Giddens Ko dan aku nggak kecewa sama sekali.

Seperti habis meminum secangkir kopi di kala hujan, hatiku merasa hangat saat menutup novel ini.

tumblr_ntmt8jg30q1tvj0eyo1_500

tumblr_ntmt8jg30q1tvj0eyo2_500

Ini kopi buatan Albus 😀 image source: here

Aku sudah pernah menonton film buatan Giddens Ko yang berjudul You Are the Apple of My Eye (yang juga sudah diterjemahkan novelnya oleh Haru namun sayangnya belum pernah aku baca) dan aku suka banget dengan caranya bercerita. Unik, konyol, lucu, tapi bisa membuat hati berdebar dan pipi bersemu. Hal yang sama juga kurasakan saat membaca novel ini.

Dengan sudut pandang utama dari Siying, kita akan diajak mengikuti hari-hari penuh warna yang remaja ini jalani. Mulai dari rasa penasarannya terhadap Nyonya Bos yang nggak minum kopi tapi membuka kafe, pertemuan pertamanya dengan Zeyu yang memalukan, hingga pertemuannya dengan A Tuo yang memperkenalkannya dengan orang-orang yang lebih unik lagi. Setiap bab dalam novel ini mempunyai daya tarik yang berbeda-beda sampai bikin aku ingin berada di dekat Siying dan melihat langsung semua yang terjadi.

Omong-omong, cerita Nyonya Bos sukses bikin mataku berkaca-kaca. Juga pas di bagian akhir cerita. Aku jadi ikutan tegang sama Siying. Giddens Ko bisa banget membuat pembaca tertawa dan terharu dalam waktu bersamaan X’D

“Ada beberapa hal yang sampai sepuluh ribu tahun pun tidak akan berubah.

Selamanya aku akan menunggumu untuk menjadi mempelai wanitaku.”

Kehidupan di novel Cafe Waiting Love ini menarik banget. Aku suka dengan cerita Nyonya Bos dan racikan kopinya yang tidak karuan. Aku suka dengan dinginnya Albus yang tahan dengan permintaan aneh para pelanggannya. Aku suka dengan kepolosan A Tuo. Juga keunikan tokoh-tokoh pendukung cerita yang nggak akan mudah aku lupakan. Salut untuk Giddens Ko yang bisa membuat karakter seperti mereka.

Setelah drama Coffee Prince, akhirnya aku kembali menemukan cerita yang membuatku ingin berteman dan hidup bersama para tokoh dalam cerita itu.

IMG_20160112_002122

cinta tidak takut menunggu

Cafe Waiting Love memang novel romance, namun seperti yang ditulis Giddens Ko pada bagian Catatan Penulis, novel ini adalah novel romance yang murni, yang tidak memiliki adegan cinta berlebihan namun penuh kreativitas. Saat membaca novel ini kamu akan menemukan keunikan dunia Siying dengan kafe Waiting Love-nya dan keunikan dunia A Tuo bersama teman-temannya yang nggak akan pernah kamu temukan dalam novel romance sejenis. Setiap keunikan itu memberikan kehangatan di dalam hati. Waktu selesai membaca novel ini, aku jadi nggak rela meninggalkan dunia mereka karena seperti yang ditulis di akhir cerita, aku ingin cerita ini never the End.

Iya, cuma itu kekurangan novel ini. Ceritanya terpaksa berakhir. Tinggal kita yang bebas meneruskan cerita lanjutan dari para tokoh di dalam novel ini. Hehe…

Untuk masalah teknis, aku nggak menemukan kesalahan yang berarti. Hampir bersih dari typo malah. Terjemahannya juga enak dibaca. Dan covernya, Haru nggak pernah membuat aku kecewa. Cantik banget.

Untuk kamu yang ingin membaca novel romance yang bisa bikin kamu tertawa, terharu, dan jatuh cinta dalam waktu bersamaan, aku merekomendasikan Cafe Waiting Love ini. Dan semoga setelah membaca novel ini ‘seseorang’ yang kita tunggu datang ya 😉

Advertisements

2 thoughts on “[Book Review] Cafe Waiting Love

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s