[Book Review] Cinder

Judul: Cinder

Genre: Young Adult, Fantasy, Romance

Penulis: Marissa Meyer

Penerjemah: Yudith Listiandri

Penerbit: Spring

Tebal: 373 halaman

Terbit: Januari 2016

Rating: 4 of 5 stars

Sinopsis:

Wabah baru tiba-tiba muncul dan mengecam populasi penduduk Bumi yang dipenuhi oleh manusia, cyborg, dan android. Sementara itu, di luar angkasa, orang-orang Bulan mengamati mereka, menunggu waktu yang tepat untuk menyerang.

Cinder—seorang cyborg—adalah mekanik ternama di New Beijing. Gadis itu memiliki masa lalu yang misterius, diangkat anak dan tinggal bersama ibu dan dua orang saudari tirinya. Suatu saat, dia bertemu dengan Pangeran Kai yang tampan. Dia tidak mengira bahwa pertemuannya dengan sang Pangeran akan membawanya terjebak dalam perseteruan antara Bumi dan Bulan. Dapatkah Cinder menyelamatkan sang Pangeran dan Bumi?

Jadi, Cinder ini bercerita tentang Cinder Linh yang hidup di masa setelah perang dunia keempat. Dia adalah seorang gadis cyborg (manusia yang sebagian tubuhnya digantikan oleh mesin) yang bekerja sebagai mekanik di sebuah pasar di New Beijing, ibukota dari Persemakmuran Timur. Cinder adalah anak angkat dari Adri dan dia memiliki dua saudara tiri bernama Peony dan Pearl. Dia juga mempunyai android bernama Iko.

large (2)

gambarnya lucu ya? ini fanart Cinder dan Iko yang aku temukan di weheartit

Suatu hari, Kaito, Pangeran Persemakmuran Timur, datang ke toko Cinder. Pemuda tampan itu meminta bantuan Cinder untuk memperbaiki android miliknya yang rusak. Cinder memang mekanik yang hebat sampai namanya terdengar di telinga orang-orang istana. Namun, Cinder tidak bisa berlama-lama merasa bahagia setelah bertemu Pangeran. Peony, adik tirinya tiba-tiba terkena Letumosis, penyakit demam biru yang sedang marak mewabah. Tidak ada satu orang pun yang berhasil selamat dari penyakit itu, bahkan Rikan, Kaisar Persemakmuran Timur yang juga ayah Pangeran Kai, karena memang belum ditemukan vaksinnya.

Adri yang sangat murka setelah apa yang terjadi pada Peony, menyerahkan Cinder ke android medis untuk membawanya sebagai bahan penelitian untuk menemukan vaksin Letumosis. Cinder yang masih berada di bawah perwalian Adri tidak bisa menolak perintah ibu tirinya tersebut. Dia pasrah saat Dr. Erland memasukkan mikroba Letumosis ke dalam tubuhnya. Cinder yang merasa bersalah pada Peony berharap pengorbanan dirinya bisa menyelamatkan adik tirinya itu dari Letumosis. Dan, ajaib, mikroba itu lenyap dalam tubuh Cinder!

Keajaiban itu ternyata menjadi kunci tentang masa lalu Cinder yang memang misterius, dan bahkan mengaitkan dirinya dengan Ratu Levana, penguasa Bulan, yang ingin menikahi Pangeran Kai demi niat jahatnya menguasai Bumi.

Jadi, siapakah Cinder sebenarnya? Temukan jawabannya di Januari 2016 nanti ya.

cinder

image source: here, edited by me

Review:

Waktu mendapat tawaran untuk membaca Cinder versi terjemahan ini dari Penerbit Spring, aku langsung setuju. Sudah lama aku ingin membaca novel ini tapi belum sempat beli. Aku penasaran, bagaimana cerita klasik Cinderella diramu ulang oleh Marissa Meyer. Ternyata, seru banget! Ide dasarnya memang sama, tentang seorang gadis yang tinggal bersama ibu tiri dan kedua saudarinya, lalu bertemu seorang pangeran. Tapi hanya di situ saja persamaannya. Marissa Meyer sukses menggunakan ide dasar itu untuk membangun dunia fantasi versinya sendiri.

Cinder memiliki plot yang rapi dan alur yang lumayan lambat. Jadi harap bersabar saat membacanya karena kita akan diajak untuk mengenal terlebih dahulu dunia masa depan  setelah perang dunia keempat yang dijalani Cinder. Dunia di mana manusia, cyborg dan android hidup bersama, juga dunia di mana manusia sudah tinggal di Bulan dan berevolusi di sana. Perlahan ceritanya akan semakin menarik dan menegangkan, terutama saat satu per satu rahasia tentang Cinder terungkap. Seru!

Karakternya juga menarik semua. Aku suka dengan Cinder yang, walaupun seorang Cinderella, tidak lemah. Aku juga suka dengan karakter Ratu Levana yang tidak segan menunjukkan kalau dia jahat. Lalu, yang paling aku suka, tentu saja Pangeran Kaito. Walau kadang sikapnya sedikit kekanakan, Kai sebenarnya pemuda yang baik dan perhatian. Kasihan juga melihat pemuda itu menanggung beban politik di usia muda.

Sayangnya, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab di Cinder ini. Mungkin karena bagian dari The Lunar Chronicles ini masih ada lanjutannya yaitu Scarlet (Red Riding Hood), Cress (Rapunzel) dan Winter (Snow White). Semoga saja pertanyaan-pertanyaan itu bisa terjawab di buku-buku berikutnya ya.

untitled-3

Aku suka banget dengan Cinder dan aku merekomendasikan dongeng modern ini untuk kamu yang suka young adult beraroma fantasi dan memiliki sentuhan science.

Ah, jadi nggak sabar membaca cerita lanjutannya. 2016, datanglah lebih cepat…!

Poster Promo Cinder (coming soon)

Advertisements

2 thoughts on “[Book Review] Cinder

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s