[Book Review] Pieces of You

pieces of you - tablo

Judul: Pieces of You

Genre: Fiction

Penulis: Tablo (Daniel Armand Lee)

Penerbit: Dal

Tebal: 229 halaman

Harga: Rp. 180.000

Terbit: Januari 2009

Rating: 5 of 5 stars

Sinopsis:

Epik High leader Tablo’s short stories weave together the secrets and anxieties of youth, whispering words of solace to a lost generation.

Pieces of You ditulis oleh leader Epik High–salah satu grup hip hop terbaik di Korea Selatan, Daniel Armand Lee atau yang lebih dikenal dengan nama Tablo. Buku ini terdiri dari 10 cerita pendek yang masing-masing bercerita tentang getirnya hidup. Berikut rangkuman beberapa cerita yang ada dalam kumpulan cerpen ini.

Andante, bercerita tentang seorang anak dan sang ayah yang sakit Alzheimer. Keduanya  adalah pianis.

Break, cerita terpendek di kumcer ini. Tentang guru yang sedang depresi dan membutuhkan liburan.

Coup de Grace, cerita paling tragis.  Cerpen ini bercerita tentang seorang anak laki-laki yang kutu buku dan dia di-bully oleh ayahnya sendiri karena ayahnya menganggap sang anak lemah.

Strawberry Fields Forever, penutup cerita yang bercerita tentang hal-hal yang berlalu cepat hingga kadang kurang dihargai.

Review:

Sebagai penggemar cerita yang depresif, kumpulan cerpen yang ditulis Tablo semasa kuliah di Stanford University ini memuaskan seleraku. Penggambaran suasana muram dalam ceritanya dapat banget. Aku hampir bisa melihat dan merasakan asap rokok waktu membaca kumcer ini. Hehe…

Kesepuluh cerita di Pieces of You ini memang nggak ada yang bahagia, tapi nggak lantas pengin bikin bunuh diri juga. Rasanya kayak berjalan di bawah awan mendung dan dipeluk angin. Kosong, gelap, dingin, tapi setelah hujan reda nanti, semuanya akan kembali seperti semula. Semacam itu.

Ceritanya sangat realistis dan menunjukkan sisi gelap dari manusia. Intinya, Tablo bercerita kalau nggak semua hal yang terjadi di dunia ini indah.

Cerita favoritku di kumcer ini adalah cerpen pembukanya, Andante, berisi tentang percakapan antara seorang anak dan ayahnya yang mengidap alzheimer. Mereka sama-sama pianis, tapi sejak ayahnya sakit, piano di rumah mereka sudah nggak pernah dimainkan lagi dan perlahan semuanya jadi terasa asing.

“What do you hear?”
“I hear you breathing.”

Di tengah cerita, Coup de Grace memberikan kesan yang cukup dalam. Tentang seorang ayah yang delusional dan seorang anak yang dipaksa untuk membuktikan kalau dirinya bukan pengecut. Agak miris sebenarnya sama akhir cerita ini, tapi aku suka.

Strawberry Fields Forever menjadi penutup yang, seperti aku bilang tadi, memberi harapan untuk melanjutkan hidup kita kembali seperti biasa.

“When I stop at a stop sign, I don’t think about the distance I’ve crossed. I just wish I never had to stop.”

Kumpulan cerpen ini cocok buat kamu yang mau membaca cerita masa muda yang jujur, pahit dan lain dari biasanya. Bahasanya sedikit puitis dan agak berat sedikit, tapi masih enak buat dibaca. Aku juga suka dengan format bukunya yang menaruh ilustrasi gambar hitam putih di awal setiap cerita.

image from yes24.co.id

Omong-omong, mencari novel ini dalam versi bahasa Inggris cukup sulit. Aku lumayan beruntung karena masih bisa mendapatkan buku ini dalam versi bahasa Inggris. Untuk versi terjemahan bahasa Indonesia, aku juga sudah beli dan sudah baca untuk membandingkan (karena waktu itu nggak yakin bisa dapat yang versi bahasa Inggris). Hasilnya cukup memuaskan. Nggak kalah menarik dengan buku aslinya.

Akhir kata, good job buat Tablo. Semoga selain menulis lirik lagu (yang memang selalu bagus), dia akan meneruskan karirnya sebagai penulis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s