[Blog Tour + Giveaway] To All The Boys I’ve Loved Before

00_BANNER  Blog Tour TATB

Halo…

Rangkaian Blog Tour To All The Boys I’ve Loved Before kali ini tiba di blogku.

Sebelumnya, mari kita kenalan dulu dengan novel karya Jenny Han ini.

Judul: To All The Boys I’ve Loved Before

Genre: Romance, Young Adult

Penulis: Jenny Han

Penerjemah: Airien Kusumawardani

Penerbit: Spring

Tebal: 382 halaman

Harga: Rp. 64.000

Terbit: April 2015

Rating: 4 of 5 stars

Sinopsis:

Lara Jean menyimpan surat-surat cintanya di sebuah kotak topi pemberian ibunya.

Surat-surat itu bukan surat cinta yang ditujukan untuknya, tapi surat yang ia tulis. Ada satu surat untuk setiap cowok yang pernah ia cintai—totalnya ada lima pucuk surat. Setiap kali menulis, ia mencurahkan semua perasaannya. Ia menulis seolah-olah mereka tidak akan pernah membacanya karena surat itu memang hanya untuk dirinya sendiri.
Sampai suatu hari, semua surat-surat rahasianya itu tanpa sengaja terkirimkan—entah oleh siapa.

Saat itu juga, kehidupan cinta Lara Jean yang awalnya biasa-biasa saja menjadi tak terkendali. Kekacauan itu melibatkan melibatkan semua cowok yang pernah ia tulis di surat cintanya—termasuk cinta pertamanya, pacar kakaknya, dan cowok terkeren di sekolah.

Lara Jean adalah anak tengah dari tiga bersaudara perempuan. Perempuan keturunan Korea dan Amerika itu mempunyai kakak bernama Margot dan adik bernama Kitty. Ibu Lara Jean meninggal saat dia baru berumur 10 tahun, jadi sekarang Lara Jean hanya mempunyai seorang ayah. Margot menjadi sosok pengganti ibu bagi Lara Jean dan Kitty. Lalu, ada Josh Sanderson, tetangga sebelah yang juga pacar Margot, yang sering bermain di rumahnya. Josh sudah seperti saudara bagi keluarga Lara Jean.

Kehidupan Lara Jean tadinya berjalan baik-baik saja. Dia memang sedang sedih karena Margot akan kuliah di Skotlandia dan meninggalkannya, tapi Lara Jean yakin dia bisa mengatasi kesedihan itu dan bisa menggantikan sosok Margot di rumah. Sampai suatu hari Peter Kavinsky, teman masa kecil dan juga ciuman pertama Lara Jean, menemuinya dengan sepucuk surat.

Surat adalah bukti nyata yang bisa dilihat, bahwa seseorang sedang menginginkan dirinya. (Hal 129)

Lara Jean menulis surat rahasia untuk lima lelaki yang pernah dia cintai. Bukan surat cinta, tapi surat perpisahan. Saat patah hati, Lara Jean menulis surat untuk mengungkapkan perasaannya ke lelaki itu dan mengakhirinya. Surat-surat itu tersimpan rapi dalam kotak topi pemberian mendiang ibunya dan entah bagaimana caranya, kelima surat itu terkirim ke kelima lelaki yang pernah Lara Jean cintai. Dan di antara kelima lelaki itu, ada Josh, yang baru saja putus dari Margot.

Karena bingung menghadapi Josh, Lara Jean akhirnya pura-pura pacaran dengan Peter yang juga baru saja putus dari pacarnya. Mereka saling memanfaatkan hubungan sandiwara itu. Lalu, apa yang terjadi pada Lara Jean selanjutnya? Dan, siapakah yang mengirimkan surat-surat Lara Jean? Temukan jawabannya di novel To All The Boys I’ve Loved Before.

Review:

Pertama, aku mau membahas cover dulu. Thank God, Spring tetap memakai cover yang sama dengan aslinya. Sebenarnya aku nggak pernah menilai buku dari cover, tapi cover buku ini cantik banget makanya aku senang waktu tahu kalau novel terjemahan ini memakai cover yang sama dengan yang asli. Hehe…

Oke. Sekarang mari lanjut ke ceritanya.

Novel ini sukses bikin aku nggak tidur. Page turner banget. Terjemahannya juga enak dibaca. Ada sih beberapa kata yang terpenggal (contoh: karak-ter) tapi kayaknya ini karena kesalahan di tata letak dan untungnya nggak banyak, jadi nggak terlalu mengganggu saat membaca.

Ceritanya lucu, hangat dan menyenangkan. Aku suka dengan hubungan keluarga Song yang digambarkan Jenny Han di sini. Mempunyai saudara perempuan itu kadang menyebalkan, kadang menyenangkan. Keluarga Song menggambarkan itu dengan baik.

Dan aku suka banget dengan konflik yang dialami Lara Jean. Nggak kebayang deh kalau aku mengalami yang Lara Jean alami. Lima cowok yang aku taksir diam-diam tiba-tiba menerima surat rahasiaku. Wih…, aku pasti bakal malu setengah mati. Apalagi kalau kakakku tahu kalau aku pernah naksir mantannya. Pasti aneh banget ya. Hihi… xD

Karena itu, aku memahami keputusan Lara Jean yang nekat pura-pura pacaran dengan Peter.

Tapi Lara Jean kayaknya lupa kalau Peter termasuk cowok yang pernah dia taksir. Walaupun Peter itu kadang menyebalkan–sampai Lara Jean sering banget bertengkar kecil dengannya, tapi cowok itu punya pesona di mata para perempuan (termasuk aku :p). Apa Lara Jean yakin kalau dia nggak akan naksir lagi sama Peter? Well, silakan beli dan baca bukunya untuk tahu jawabannya 😉

Cinta itu menakutkan. Cinta berubah. Cinta tidak bisa menghilang. Itulah bagian dari risikonya. (Hal 376)

Yang pasti, To All The Boys I’ve Loved before ini cocok buat kamu yang suka novel romance young adult yang manis, lucu dan juga bertema keluarga. Aku rekomendasikan banget novel ini buat kamu.

Dan aku jadi nggak sabar ingin membaca cerita lanjutan Lara Jean. Semoga Spring bisa segera menerjemahkan buku keduanya (eh, udah terbit belum ya?).

tatb

image source: here, edited by me

[Giveaway]

Oke, sekarang waktunya giveaway. Yeay…!

Penerbit Spring akan memberikan 2 novel To All The Boys I’ve Loved Before untuk 2 orang. Syaratnya:

  1. Kamu bertempat tinggal di Indonesia.
  2. Punya akun Twitter.

Nah, sekarang caranya.

  1. Share info tentang Blog Tour dan Giveaway ini di Twitter kamu.
  2. Follow akun Twitter @penerbitspring dan akun @riadestriana. Kalau mau follow blog ini juga boleh.
  3. Jawab pertanyaan berikut: Apa yang akan kamu lakukan kalau kamu cowok/cewek yang kamu taksir diam-diam tiba-tiba menerima surat rahasia yang kamu tulis untuknya? Mengakui surat itu, bohong atau bagaimana?
  4. Tulis jawaban kamu di kolom komentar dan diakhiri dengan nama akun Twitter kamu supaya aku bisa menghubungi kamu kalau kamu menang giveaway ini.

Contoh:

Aku akan bilang kalau surat itu bukan surat dariku lalu aku akan pura-pura amnesia.

@larajeansong

Gimana? Gampang, kan? Beri jawaban sekreatif mungkin ya 😉

Giveaway ini akan berlangsung sampai tanggal 22 April. Pengumuman pemenang tanggal 23 April, pukul 21.00 di blogku ini dan pemenangnya akan aku hubungi via Twitter. Kalau dalam waktu 48 jam pemenang nggak memberikan kabar, hadiahnya akan aku berikan ke pemenang yang lain. Jika ada pemenang dobel dengan host yang lalu, host berhak untuk mengundi ulang jika merasa perlu. Jika tidak ada undian ulang, pemenang HANYA akan mendapatkan 1 buku  meskipun kamu menang beberapa kali.

[Kuis Finale]

Di akhir rangkaian blog tour ini akan ada kuis finale dari Penerbit Spring. Caranya:

  1. Kamu harus mengikuti Blog Tour To All The Boys I’ve Loved Before dari awal sampai akhir.
  2. Di setiap akhir postingan blog dari para blogger ini, akan menyediakan piece yang merupakan bagian dari sebuah PUZZLE yang harus kamu kumpulkan dan simpan baik-baik.
  3. Kamu harus menyusun semua piece tersebut kedalam satu image, membentuk GAMBAR hingga jelas apa yang ada di sana.
  4. Post gambar tersebut di wall fanpage Spring, sertakan kesan-kesan kamu terhadap Blog Tour To All The Boys I’ve Loved Before.

Jadwal Kuis Finale nanti akan diumumkan di Fanpage Penerbit Spring. Dan ini piece dariku:

piece 20

Jangan lupa untuk mengunjungi para host blog tour lainnya di:

03 April

Orinthia Lee http://orinthiaandbooks.blogspot.com/

06 April

Ken Astri D. https://justsavemywords.wordpress.com/

08 April

Ria Destriana – you’re here…

10 April

Biondy Alfian http://kireinasekai.blogspot.com/

12 April

Jenny Thalia Faurine http://antibooks.wordpress.com

14 April

Oktabri Erwanda http://setopleskata.wordpress.com

16 April

Ariansyah http://ariansyahabo.blogspot.com/

18 April

Abduraafi Andrian http://bibliough.blogspot.com/

19 April

Hilmi Tsuraya Zulfania http://librira.wordpress.com/

21 April

Fery Juni Ismarianto http://feedmebook.blogspot.com

23 April

Fikriah Azhari http://fikriah-bookaddict.blogspot.com/

25 April

Cut Lilis Rusnata http://bacabuk.blogspot.com/

26 April

Dini Y. Nurhasanah http://dhynhanarun.blogspot.com

28 April

Dinar Arisandy https://dinararisandy.wordpress.com/

30 April

Dyah Muawiyah http://chocotale.blogspot.com/

2 Mei

Ivana http://sleepy-bookworm.blogspot.com/

3 Mei

Irnalasari http://treasureinari.wordpress.com

5 Mei

Farah Fahma https://fanbookfar.wordpress.com/

7 Mei

Fauziyyah Arimi https://blogbukufaraziyya.wordpress.com

9 Mei

Wardahtuljannah https://melukisbianglala.wordpress.com/

Oke deh. Semoga beruntung untuk giveaway dan kuis finale-nya. Dan selamat mengikuti rangkaian Blog Tour To All The Boys I’ve Loved Before selanjutnya. 😀

Advertisements

40 thoughts on “[Blog Tour + Giveaway] To All The Boys I’ve Loved Before

  1. Kalo cowok yang saya taksir diam-diam tiba-tiba nerima surat rahasia dari saya, saya bakal bilang itu emang saya yang tulis tapi bukan saya yang kirim. Dan surat itu saya tulis DULU. Jadi saya emang pernah suka sama dia, tapi DULU, bukan sekarang. Sekarang udah move on! Ya meskipun sebenernya belum sih, tapi kan maluuuu kalo ketauan suka. Apalagi kalo misal cowoknya udah punya cewek. Ah bisa-bisa dituduh sebagai perusak hubungan orang, hehehe

    @tikikabum

  2. @mita_andriana

    Jika aku tahu surat cintaku dulu yang aku tulis diam-diam dan tersimpan rapat di kamarku, tersebar dan sampai pada orang yang aku pernah aku cintai dulu, maka aku akan jujur dan langsung pada poin mengungkapkan perasaanku. Pada saat momen itu, pertama aku akan menjelaskan mengapa aku menyembunyikan-tidak mengirim-surat itu, entah pada saat itu aku malu, takut, atau punya alasan lain, aku akan mengungkapkannya sejujur-jujurnya saat itu. Kedua aku akan memberitahu alasan mengapa aku dulu sempat mencintainya, dan sekarang sudah tidak. Karena bagaimanapun jika kita menyembunyikan sesuatu, maka cepat atau lambat kebenaran akan menguaknya. Jadi daripada dia tahu kebenaran itu dari orang lain, tidak dari penjelasanku langsung, lebih baik langsung mengatakan yang sebenarnya. Karena jika tidak, itu sama saja mengatakan kebohongan yang akan membuatku menyesali perasaan cintaku dulu. Dan aku tak mau perasaan ini menuai kesan yang buruk, karena masalah seperti ini harus dijadikan pelajaran dan pedoman hidup agar tidak mengulangi kesalahan yang sama, bukan?

  3. oke aku mulai ngebayangin dulu hehe

    Ada cowok yang aku taksir dan sedang berdiri dihadapanku. Sambil megang sepucuk surat yang tidak pernah aku kirimkan. Aku di anugerahi dengan wajah jutek #plak hehe jadi pas dia nanyain apa isi surat itu benar apa enggak, aku jawab aja enggak dengan wajah jutek. Lalu aku bilang, mungkin ada orang iseng yang make nama aku buat nulis surat itu.

    untuk lebih meyakinkan lagi si cowo kalau aku beneran gak nulis surat itu. Rebut surat itu dari tangan dia dan bilang “Eh liat donk, ini kan bukan tulisan aku. Masa iya tulisanku jelek gtu” padahal dalam hati udah mau nangis kejer ngeliat kalau surat di tangan dia emang betulan punya aku.

    Mungkin tindakan aku seperti itu membuat tanda tanya dihatinya. Justru dari situlah aku pengen tau hehe … kalau dia penasaran dan berusaha mencari jawaban tentang surat itu, artinya aku punya harapan #modus wkwk

    Sebaliknya, kalau dia nerima gitu aja jawaban aku tanpa pengen tahu atau acuh gak acuh. Yadah, berarti bye bye

    @ntarienovrizal

  4. Bismillahirrahmanirrahim, semoga beruntung^_^

    Kalau cowok yang aku taksir diam-diam menerima surat rahasia yang aku tulis untuknya, aku tidak akan bohong. Jawab aja, ya itu surat dariku:v. Ngapain gengsi? :v wkwk, cewe kan biasanya gitu :v . Aku akan menceritakan semuanya, dan pengen lihat apa sih respon dia? Apakah mungkin dia bakal ketawa-ketawa? atau bakal jadian sama cewe lain? Potek hati neng banggg :’v </3 wkwk. Ngeliat dia senyum, ketawa-ketawa, ngajarin pelajaran mtk/ipa aja udah seneng :3 hahaha. Tapi, kalau kita taksir cowo, ngga harus memilikinya kan? Kadang cinta bisa membutakan semuanya :v
    @biancanitta

  5. Kalau surat cinta rahasia yang saya tulis untuknya jatuh ke tangan si dia dan dia meminta penjelasan tentang surat itu…. (yang sebenarnya juga pernah benar-benar kejadian sama saya :3) Saya akan ngajak dia main detektif-detektifan dulu. Saya nggak akan mengakui itu surat dari saya kalau misteri bagaimana surat itu bisa sampai ke tangan dia terpecahkan. Permainan detektif-detektifan sih cuma modus aja supaya bisa punya waktu bersama si dia dan ujung-ujungnya saya pasti mengakui itu dari saya. Permainan detektif itu sebenarnya untuk memberitahu dia sebesar apa usaha saya untuk memendam perasaan saya terhadapnya dan entah bagaimana responnya itu terserah dia juga sih. At least, mencari jejak surat cinta rahasia bersama kan pernah kami lakukan bersama. Toh, ini juga khayalan saya, dan nggak sempet saya lakukan pas surat saya ketahuan beneran waktu itu.

    @sofiaidrish

  6. Huehehehe… gimana, ya? Yang jelas aku berharap itu mimpi. Malu, atuh malu.. hikz..hikz.. Tapi, kalau bukti ada di tangannya, mau gimana, mau nggak mau ya ngaku aja, deh. “He’eh, itu emang surat dari aku!” trus…krik..krik…krik… lihat muka dia.. kalau muka dia malah nganggep itu lucu, aku tembak aja sekalian. Sekalian malu, malu aja… basah…basah aja sekalian.
    Kalau dia ternyata juga sama aku, kan pasti berasa dapat hadiah tuh. Hehehehe… Kalau nggak, ya, sudahlah…dari awal udah mau, ya biarin malu, deh.

    @DeeLaluna

  7. hahah kalau tiba-tiba ketahuan gitu, ya manfaatkan kesempatan yang ada aja kak..
    waktu kan nggak akan berputar 2x di detik dan tempat yang sama. Akui saja semuanya. aku sih akan mengakui memang itu tulisanku, itu ungkapan perasaanku.
    soal dia menerima atau nggak, ya urusan dia. kan tiap manusia punya hati 🙂 aku punya hati, dia punya hati. toh kalau dia nggak punya hati untukku, kan hatiku nggak maksa hati dia untukku. i’m just his secret admirer 😀
    toh aku yakin dia akan bersikap dewasa atas apa yang tertulis di sana. bukan berarti menerima begitu saja, tapi aku yakin dia akan meluruskan kejadian ini hingga benar-benar clear 🙂
    ini hatiku, kau tak perlu usik cintaku *eaaa 😀 #kalotiba-tibapotekjanganbilangAprilMop wkwkwk
    intinya jujur 😀

    @diasshinta

  8. Terasa lucu bagiku kalau sampai surat cintaku ketahuan sama si pujaan hatiku.
    Aku akan sedikit memainkan hatinya tapi secara sembunyi-sembunyi,
    Akan aku sugesti dia untuk percaya kalau sebenarnya surat itu ditulis dari saudari kembar perempuanku yang sudah lama naksir berat padanya. supaya dia makin percaya dengan kata-kataku dia kuberikan nomor ponsel palsu milik saudari kembarku.yang sebenarnya tu nomor milikku sendiri.

    Dan akhirnya aku akan berkenalan dengannya dalam wujud orang lain-saudari kembarku.

    @JeruknipisAnget

  9. Kalo orang yang aku taksir menerima surat yang aku buat untuk dia? Tentunya aku akan mengakuinya ^^ walaupun malu juga sih hehe, tapi kan berbohong itu bukan hal yang baik ._. Apalagi bisa aja dia juga suka hehehe 😀 atau bisa aja dia seneng pas tau itu surat dari kita, dan bisa aja dia ternyata nyesek kalo kita bohong dengan bilang itu bukan dari kita, ya kan? cinta itu harus didasari dengan kejujuran, kalo kita pake perasaan yang tulus, bisa aja dia jadi tertarik sama kepribadian kita *amiin* hehe, bisa aja dari yang ga kenal jadi kenal, atau dari yang cuma kenal jadi deket, atau yang emang udah deket jadi makin deket? Wah jadi pengen nyoba bikin surat gini 😀 intinya gausah bohong lah, kalo bohong juga pas ketemu tetep malu kan? Nanti nyesel deh kalo ternyata kita bisa deket sama dia ^^ bismillah, wish me luck ;D

    @anandanf07

  10. Apa yang akan kamu lakukan kalau kamu cowok/cewek yang kamu taksir diam-diam tiba-tiba menerima surat rahasia yang kamu tulis untuknya? Mengakui surat itu, bohong atau bagaimana?
    Oke, aku akan membayangkan posisi ku dulu sebagai ‘Lara Jean’^^, mungkin awalnya aku malu dan berusaha untuk berbohong tentang surat itu, tapi aku orangnya gak bisa bohong soal perasaan^^
    Mengingat posisi yang ku hadapi saat ini adalah posisi seorang ‘Lara Jean’ (yang surat cintanya tak sengaja terkirim entah oleh siapa, surat cinta yang ia sembunyikan sejak lama, surat cinta yang ia tulis saat ia memantapkan hati untuk berpaling hati). Aku akan mengakui kalau surat cinta itu aku yang mengirimnya. Lagipula ‘perasaan’ yang tertuang dalam surat yang dia terima adalah ‘perasaan’ yang tertulis saat hati aku merasa putus asa dan sudah memantapkan hati untuk mengucapkan selamat tinggal pada dirinya, dan perasaan itu adalah ‘perasaan’ yang berusaha ku kubur dalam – dalam, dan berusaha untuk dijadikan sebuah pelajaran (lebih tepatnya pengalaman, pengalaman mencintai seseorang^^). Aku akan jelasin sedetai – detailnya sama dia, kenapa aku bisa suka sama dia, apa yang menarik dari dirinya, kenapa aku gak mengirimkan surat itu, kenapa aku gak ngungkapin langsung perasaanku padanya, semua itu akan aku jelasin sejelas – jelasnya (karna aku pernah berada diposisi yang ‘hampir’ sama, hanya saja bedanya, aku mengakui perasaan itu karna itu kemauanku, dan aku memantapkan hati untuk tidak mengharapkan dirinya lagi^^). Yang namanya ‘perasaan’ akan sakit bila dipendam untuk waktu yang lama, mending kita jujur daripada buat hati kita makin terluka^^ (maaf kalo jawabannya terlalu panjang :D)

    @saharani01

  11. Jawaban : Kalo aku bohong aja alias pura2 gak tau, soalnya aku malu banget.. Apalagi aku kan cewek masa aku yg ngungkapin duluan? Meskipun dari sebuah surat. Ah ogah deh. Mendingan pura2 gatau aja ke dia, maksudnya sih supaya dia lebih peka aja kalo ada yg naksir sama dia. Terus aku bakal cari tau siapa orang yg ngirim surat cinta itu ke dia terus bakal aku marahin banget! Soalnya aku tipe cewek yang sangat gengsi soal perasaan hehe:D
    selain itu kenapa aku mending pura2 gatau tentang surat itu? Karena aku takut kalo cowok yg aku taksir malah gak suka sama aku wah pasti malu dan sakit hati banget. Jadi yah memang harus bohong ke dia nya, kecuali kalo dia juga ngasih sinyal alias respon balik ke aku mungkin aku akan mengakui perasaanku ini wkwk :))

    Akun twitter : @irmaa_waati

  12. Tergantung situasi.. aku akan cuek kalau dia gak menanyakannya ke aku.. pura2 gak tau aja.. hihi.. kalau dia tanya tentang surat itu, aku akan jawab sejujurnya kalau itulah perasaanku yg sebenarnya ke dia.. tinggal dihadapi apa yang terjadi setelahnya..

    @icajahe

  13. Aku pasti megakuinya, Krn cepat atau lambat surat cinta yg disembunyikan pasti akan ketahuan jua. aku lebih suka bicara langsung dan akui kebenarannya. tak ada gunanya membohongi diri sendiri, karena akan menyakiti diriku sendiri.
    toh diterima atau nggak dia sudah tau.

    @ficharanjani

  14. Tentunya aku akan mengakui surat itu. Malu, merasakan malu mungkin, apalagi kalau ‘destinasi’ suratnya itu udah punya pasangan. Bertepuk sebelah tangan berarti 😦 Namun, kalau ‘destinasi’ suratnya masih sendiri dan ternyata dia juga punya perasaan yang sama kayak diftv-ftv, kan siapa tau cocok satu sama lain 😀 Nggak ada ruginya kan jujur? 😀

    @realdianmrani93

  15. Cek dulu dong itu surat beneran dari dan tulisan saya atau bukan. Nanti salah pula, kan malu udah terlanjur ngaku hihihi. 😛
    Jika benar punya saya, to the point, ya saya bakal ngaku. Bohong pun untuk apa? Udah dosa, nambahin perkara dan manjangin kebohongan lainnya. Mau bohong pun nggak termasuk white lie kan. 😀
    Pokoknya jujur aja ngaku itu memang dari saya dan saya pernah punya perasaan sama dia tapi saya nggak berani bilang, jadi suratnya cuma disimpan aja, mana tahu juga kalo itu bisa sampe ke dia. Selanjutnya terserah dia mau nanya apa, I’ll comfirm it, jawab aja seadanya, siapa tahu dia juga masih ada rasa dan dari situ memang jalan dari Tuhan buat mempertemukan saya pada si jodoh (dia) haha. 🙂

    Twitter: @murniaya

  16. Apa yang akan kamu lakukan kalau kamu cowok/cewek yang kamu taksir diam-diam tiba-tiba menerima surat rahasia yang kamu tulis untuknya? Mengakui surat itu, bohong atau bagaimana?

    Jawaban : huaa… yang jelas aku bakal malu banget, karena dia jadi tahu semua perasaanku. >_< Tapi, berhubung udah tertangkap basah dan dia jadi tau kalau aku punya perasaan sama dia, ya ,mending aku akuin aja semua itu. Lagian kan lebih baik ngungkapin perasaan kita, dari pada dipendem sendiri terus kayak gitu. Aku kan juga pengen tahu gimana reaksi dia pas tahu perasaanku. Apa perasaanku bakal terbalaskan, atau malah dia menolakku? Tapi apapun jawaban dia nanti yang jelas aku udah berusaha jujur sama diri sendiri dan sama dia. Walaupun kejujuran itu diawali karena tiba-tiba surat yang berisi perasaanku itu ada ditangan dia,hehe..

    @Anggie_Ann06

  17. Hmm.. Kalo surat cinta yg gak direncana ke kirim ke si dia, hal pertama yg kulakukan pastinya… panik!!
    Dan kalo si dia mau konfirmasi ke aku soal surat itu, aku pasti gak akan bisa ngomong apa-apa saking shock, gugup, panik, pucet, keringat dingin.
    Dan aku akan sangat bersyukur kalo aku gak pingsan duluan saat ngadepin si dia. Hahaha

    @hikarunomori

  18. Kalau aku sih mending pura-pura nggak jujur aja. Bohong sama nggak jujur beda kan? *iya cipa beda, maknanya sama aja :P* Bilang kalau sebenarnya itu cuma kerjaan orang iseng, mainan April Mop, dsb. Terus berusaha memohon supaya bisa ditelan Bumi secepatnya untuk menghindari rasa malu dan panik >___<

    Gyaaaak, tapi kalau dipaksa jujur, ya jujur aja! Siapa tahu kan dengan jujur, ternyata doi punya perasaan yang sama, lalu cinta kami bertautan, hwahahaha 😀

    @asysyifaahs

  19. Apa yang akan kamu lakukan kalau kamu cowok/cewek yang kamu taksir diam-diam tiba-tiba menerima surat rahasia yang kamu tulis untuknya? Mengakui surat itu, bohong, atau bagaimana?
    Mengakuinya. Saya tidak ingin jadi seorang pengecut untuk kedua kalinya. Menulis surat saja sudah tindakan seorang pengecut *menurut saya, apalagi sampai tidak mengakuinya. Ya, memang saya tipe yang suka menulis surat dan enggan untuk menyatakan perasaan pada orang yang saya sukai, tapi jika sampai surat itu terkirim, mau-tidak-mau saya harus tetap mengakuinya. Meskipun dengan begitu, akhirnya dia menjauh dari saja ataupun menolak perasaan saya, itu urusan belakangan. Yang penting hati dan perasaan saya yang terpendam sudah tersampaikan, walaupun tidak langsung. Paling tidak sedikit membuat hati saya lega, walaupun nantinya mungkin hati saya akan merasakan sakit sih!

    @HikariMio

  20. Panik pastinya! Nggak tau deh mau ngejelasin apa, yang pasti muka aku udah kayak kepiting rebus saking malunya. Karena udah terlanjur, mau nggak mau harus diselesaikan saat itu juga semaksimal mungkin biar nggak makin repot urusannya. Prinsipku, hadapi apapun yang terjadi, jangan lari apalagi sembunyi. Ambil hikmah positifnya aja, mungkin hanya dengan cara itu Tuhan membantuku untuk menunjukkan perasaanku. Jadi aku nggak akan merasa kebayang-bayang dia terus karena penasaran dia suka sama aku atau nggak. Yang penting kejujuran sudah diungkapkan, mau hasilnya bahagia atau nggak ya harus siap menerima. Apapun yang terjadi ya hajar aja 😀

    @rinicipta

  21. Pastinya malu banget. Tapi orang yang aku taksir udah punya pacar. Kalau dia nerima surat itu terus nyari aku, aku bakalan pura-pura nggak tau. Dan paling bilang gini “Ihh…kamu, kepedean banget kalo surat itu dari aku. Mungkin orang iseng. Bisa juga mantan kamu yang ngajak balikan.”
    Kalo dia nggak nyari aku, yaudah. Berakhir disitu dan aku bakal nyari siapa yang ngasih surat aku ke dia. Surat itu [S]emua [U]nek-unek [R][A]hasiaku [T]entangmu.

    @meilinakartz

  22. Oke, jadi skenarionya begini :

    Pria bermata coklat terang itu mendatangiku, rambutnya yang cukup panjang sebahu berkibar-kibar diterpa angin, dia berhenti di hadapanku dan bertanya “Ada surat ini di loker gue, dari loe?” sambil menyodorkan sepucuk amplop yang sudah aku hafal bentuk dan motifnya.

    Itu suratku! Gimana bisa suratku ada sama dia?! Alamak!

    Aku yang masih tercengang sambil memandangi amplop di tangannya berkata “Da.. dari mana dapetnya?” “Ada di loker gue, ini dari loe kan?” tanyanya lagi.

    Sambil masih setengah syok aku perlahan mendongakan kepalaku untuk menatapnya. Wajahnya tampak bingung dan ragu. “Err… Itu.. Anu… Itu.. ” Aku bingung ingin berkata apa. Aku menatap wajahnya sekali lagi dan.. “Iya, itu .. gue yang nulis.” Aku memandangnya takut-takut dia akan tertawa dan meledekku. Tapi yang terlihat di wajahnya justru kaget dan … lega?

    “Tapi gue ngga tahu kenapa ini bisa ada diloker loe. Sumpah bukan gue yang naro di situ. Pasti ada yang sengaja ngerjain gue. Demi apapun gua ga tahu kenapa itu bisa ada di tangan loe.” kataku gelagapan.

    Tapi yang mengejutkan dia justru tersenyum. Ahhh, senyumnya maniiisss… eh ini bukan waktunya mikirin senyum menawannya. Dia masih tersenyum lembut sambil menatapku, membuatku terhanyut didalamnya.

    “Ehem ehem.” Suaranya yang pertama kali memecah keheningan di antara kami. Dia kemudian berkata “Gue boleh jawab pertanyaan di surat ini ngga?” Tanyanya sambil .. tersipu sipu?

    Aku yang tiba-tiba tercengang hanya bisa meangguk mengiyakan. Kemudian hal yang lebih mengejutkan terjadi. Tangannya terjulur meraih tanganku dan menggenggamnya. Dia hanya menggenggam tanganku sambil terus tersenyum menatapku. “Ini jawaban gue” katanya. Dan perlahan, senyumku mulai merekah bersama senyum lembutnya.

    The End.

    #OhSwoon
    Seandainya oh seandainya..
    twitter: @diyah8151

  23. Kalau cowok yang kutaksir menerima surat rahasia dariku, aku nggak akan bakal mengakuinya dulu. Kalau dia bertanya, sebisa mungkin aku bantah kalau bukan aku yang menulisnya. (Tapi, aku nggak akan mengatakan kalau aku nggak suka dia.) Aku bakal liat reaksi dia, biasa aja atau malah makin kepo. Kalau dia kepo, berarti ada harapan dia menaruh perhatian khusus pada si penulis surat. Aku bakal kirim surat lainnya, dan surat kedua itu akan memberikan petunjuk tentang aku. (semacam terinspirasi dari film Gone Girl, supaya cowoknya cari tahu sendiri dulu, hehe). Aku akan biarkan dia menebak2. Kalau dia belum berhasil nebak juga, tapi dia juga masih kepo, aku akan kirim surat ketiga, yang bakal berisi: kalau dia sekiranya nggak akan marah, dan mau tau siapa aku, (biasanya cowok itu nggak akan meladeni cewek yang nggak bikin dia penasaran), aku bakal minta dia buat berada di tempat ini, jam segini. Nanti aku bakal ada di sana. #sinetronabis. Hahaha. Tapi nggak apa-apa, itu yang bikin berkesan. Kalau kita udah ketemu nanti, entah apa yang bakal terjadi. Kalau akhirnya dia nggak membalas perasaanku pun nggak apa-apa. Setidaknya aku sudah melakukan hal yang berkesan untuknya, melalui pertemuan itu dan petunjuk2 serta kata2 manis dari surat2ku. Setidaknya, di sudut memori nya, dia akan mengingat, kalau pernah ada cewek yang sok2 menjadi pengagum rahasia nya. ^^

    @fazidaa_

  24. Ngaku aja deh, kan bohong dosa. Aku akan bilang, “Aku dipaksa bikin surat itu, bukan keinginanku. I swear!” Kalau dia nanya siapa yang maksa, aku jawab, “Ada deh pokoknya. Aku nggak bisa sebutin, demi keselamatannya. Kan kasian dia kalau ketauan maksa orang.” Inner: dipaksa hati. Kalau dia tanya apa isi surat itu bener, aku akan bilang, “Nggak lah, nggak mungkin.” Inner: Nggak mungkin aku ngungkapin semua perasaanku cuma dalam secarik kertas, bahkan kalau dibuat novel pun tetap nggak akan cukup.

    @Fifnoor

  25. Aku sih mau jujur kalau memang dariku. Tapi, ada tapinya.. bilang aja abis main ToD (Truth or Dare)–sejenis permainan konyol–dan aku milih dare untuk bikin surat ke special person. Nah, dia pasti ngerasa istimewa ‘kan (dari aku)? Nah, dari situ juga kita bisa buktiin responnya. Positif atau negatif sih gak masalah. Asal udah lega aja :’D Toh dengan cara ini gak ada yang dirugiin, kan?^^

    @falfanyfitri

  26. Hohoo, aku cuma mau jujur aja.. aku malahan udah ngirim surat cinta (lebih tepatnya pengakuan) berupa doc. word lewat pesan fb sama someone yang aku suka sejak 8 tahun di awal tahun lalu.. Harapku hampir sama dengan Jean, pengen luapin perasaan aja dan jadi media buat aku move on daripada terus terpuruk suka sama dia diam-diam..

    Dan, aku gak ngaku siapa aku, cuma didalam surat pengakuan itu segala hal yang konyol seperti : aku tahu pembersih mukanya dia dari aromanya pas berpapasan, aku yang sering molor untuk pulang sekolah biar bisa satu angkot dengannya, nyeritain kebiasaannya yang suka cermin di spion motor orang, semuanya aku ungkapin..

    Harapnya sih dia balas, walaupun aku pake fake account sih waktu ngirim surat itu.. Tapi, dia nggak balas ajaa rasanya lega sih, bisa keluarin beban aku secara langsung ma dia.. ^_^))”>

    @Sofhy_Haisyah

  27. Kalau itu terjadi, saya akan mengakuinya. Gampang saja. Sebagai orang yang overthinking, tentu sudah jauh-jauh hari saya menyiapkan beragam kemungkinan skenario terburuk dari surat yang saya buat termasuk ketahuan oleh orang yang bersangkutan. Saya akan jujur padanya dan membuat kesepakatan untuk
    menganggap insiden ini tidak pernah terjadi. Kecuali jika ia juga mempunyai perasaan yang sama dengan saya, mungkin perlu diadakan perundingan lebih lanjut untuk kesepakatan-kesepakatan lainnya :mrgreen: @mulya_saadi

  28. reaksi pertama yang pasti panik sepanik paniknya panik gak tau harus berbuat apa rasanya kayak mau kabur aja ke hutan belantara yang gak ada penghuni sembunyi dari doi hahaha. tapi itu semua harus diselesain dong~ namanya juga surat ya pasti ditulis sendiri dan udah ketauan banget deh itu tulisan tangan aku sendiri ya mau diapain lagi coba? udah ketauan gitu mau ngelak juga susah yaudah lah ya akui aja sambil berharap-harap cemas semoga dia gak ilfeel gitu sama aku hft. kalo ternyata dia ilfeel terus kesel yaudah kasih gunting aja pasang muka serem hahaha -_- gaklah! ikhlasin aja lagian juga gak bisa maksa toh dia suka juga sama kita atau gak itu kan hak dia. gak suka yaudah gpp ikhlasin, kalo ternyata sama-sama suka yaudah bersyukur aja karena itu surat sampe ke dia huahaha. ya mungkin itu yang ada di pikiranku mengenai pertanyaannya hehe

    @firaghs

  29. Apa yang akan kamu lakukan kalau kamu cowok/cewek yang kamu taksir diam-diam tiba-tiba menerima surat rahasia yang kamu tulis untuknya? Mengakui surat itu, bohong, atau bagaimana ?

    Akui saja. Kalau sudah terlanjur basah, ya dibasahin aja sekalian. Lagipula dengan mengakui itu berarti kita sudah mau jujur pada diri kita sendiri juga jujur pada orang yang kita taksir. Saya nggak mau jadi pengecut, meskipun memang membutuhkan mental sekuat baja untuk mengakui hal itu di depannya. Apalagi saya perempuan. Tahukan kalau perempuan itu bisanya cuma nunggu, kalaupun mau ngaku duluan, dibutuhkan olah mental dengan waktu yang nggak bisa dibilang pendek. Menurut saya pribadi, ditolak atau diterima, itu urusan belakangan. Cinta terpendam adalah cinta yang sulit dipadamkan. Jadi, daripada terus memendam perasaan yang tak tersampaikan itu, kalau ada kesempatan untuk mengatakannya, kenapa tidak? Saya nggak mau berlarut-larut dalam perasaaan yang nggak ada ujungnya apalagi kalau sampai nggak bisa move on dari cowok yang kita taksir. Jangan kamu simpan semuanya dalam hati. Itu hanya akan mencekikmu perlahan dalam kepahitan. Jadi, mending akui sajalah, karena sesudahnya, perasaan lega luar biasa akan kita dapatkan, terlepas apakah kita diterima atau sebaliknya, ditolak.

    @Rany_Dwi004

  30. Kalau aku dihadapkan dengan cowok yang aku taksir sedang memegang surat yang notabene gak seharusnya ada di tangan dia, ekspresi pertamaku pasti linglung karena kaget. Dan refleks pertama yang aku lakukan adalah jawab: bukan, itu bukan dari aku. Trus ngeloyor pergi begitu aja. Tapi setelahnya aku bakal ngamatin dia dari jauh trus nyesel deh pernah bilang kayak gitu cuma gara2 malu dan bingung. Hihihihihi

    @chaecungmochi

  31. kalau surat ku nyampe ke doi tapi si doi diam-diam aja ya udah pura-pura ga tau aja. 😀
    siapa tau doi ngira surat itu di buat temannya dan mengatasnamakan nama kita.
    toh kalau akhirnya doi nanyain ya udah bilang aja “iya aku yang nulis buat iseng-iseng aja” terus senyum. ^_^

  32. kalau surat itu nyampe ke doi terus si doi diam-diam aja ya udah pura-pura ga tau aja. Toh kalau akhirnya doi nanya ya udah bilang aja “iya itu surat aku yang buat pas lagi iseng aja” terus senyum deh..:-D
    @minitirhamishu

  33. Apa yang akan kamu lakukan kalau cowok/cewek yang kamu taksir diam-diam tiba-tiba menerima surat rahasia yang kamu tulis untuknya? Mengakui surat itu, bohong atau bagaimana?

    Hmm, oke. Sebenarnya si saya bukan tipe orang yang menulis surat rahasia kepada orang yang saya taksir diam-diam. Saya lebih memilih memendam & tidak menceritakan ke semua orang.

    Well, kalau itu benar aku memilih melihat keadaan orang yang saya suka. Kalau orang yang saya taksir sudah taken, ya lebih baik bohong karena takut dibilang PHO *walaupun gak ada yang namanya white lie*. Tapi kalau dia belum taken, saya jujur aja. Siapa tahu jadian beneran wkwkwk. Kalau misalnya saya sudah jujur surat itu punya saya tapi memang benar bukan saya yang mengirim si dia nya gak menyukai saya atau menolak, yaudah saya move aja 😛 syukur alhamdulillah banget deh kalau ternyata dia juga suka sama kita 😀

    @MusdalifahYeaa

  34. nama : inggit nurbaety
    twitter : @inggitnurba
    jawaban :
    ah ketahuan dia tahu jadinya. ada bagusnya juga sih berarti gue udah bukan mencintai dalam diam lagi. parahnya yaa paling muka merah kayak pantat monyet *kejelekan* *hiraukan*
    So gue bakal berusaha jujur selebihnya liat kedepannya aja hahaha

  35. Ya karena surat itu udah di tangan dia, hm aku akuin deh, tapi aku bilang itukan udah lama (haha ciut juga sih). Jadi sekarang udah gak suka lagi (padahal masih ada rasa.sedikit.banyak sih). Sedalam apapun memendam perasaan kalo diungkit sedikit ya pasti terbuka lagi deh itu perasaan meski cuma sedikit.

    Terus, berhubung dia udah baca, aku tanydeh menurut dia gimana (penasaran juga sama jawabaannya) setelah dibaca. Kalo dia suka juga (cuma bisa senang dalam hati) ya mau gimana lagi soalnya tadi akunya bilang itukan udah lama (hahaha).
    Toh kalo respodia biasa aja, kan tetap aman juga.

    twitter : @dshinta_gtg

  36. Apa yang akan kamu lakukan kalau cowok/cewek yang kamu taksir diam-diam tiba-tiba menerima surat rahasia yang kamu tulis untuknya?

    Untungnya aku pada saat menulis diary atau surat tidak pernah menyebutkan nama, hanya dengan dia atau kamu. Jadi aku tidak terlalu khawatir seandainya
    surat rahasia yang aku tulis untuknya bisa sampai kepada orang yang aku sukai tersebut. Pada saat dia menanyakan perihal surat itu kepadaku, aku akan mengatakan bahwa itu surat untuk idolaku dan
    adikku lagi iseng dengan mengirimkan surat itu kepada salah satu teman laki-lakiku.
    Mudah-mudahan sih dia percaya. Aku tahu bohong itu tidak baik tapi mau bagaimana lagi (the power of kepepet. >_<)
    Soalnya aku belum siap dia tahu perasaanku yang sesungguhnya kepadanya.
    Biarlah waktu yang menentukan hubungan kami selanjutnya. Tapi pastinya aku tetap akan berusaha mendekatinya.:)

    Twitter : @ruth_shiela

  37. Hmm, mungkin ini suatu pertanda bahwa aku harus segera mengungkapkan perasaanku pada dirinya.
    Berbohong juga percuma, soalnya sudah jelas-jelas surat rahasia yang aku tulis telah sampai dan dibaca olehnya.
    Oleh karena itu, aku akan segera menelponnya dan membuat janji untuk bertemu terkait surat yang ada di dirinya tsb.
    Setelah itu, sebelum bertemu, siapkan penampilan semenarik mungkin (ya iya donk, mau bertemu dengan gebetan WAJIB berpenampilan yang paling oke).
    Siapkan juga sebuket bunga dan sekotak cokelat.
    Pada saat bertemu, aku akan menjelaskan bahwa memang surat itu aku yang menulisnya dan akan aku ceritakan bahwa sudah lama aku memendam perasaan suka kepadanya.
    Setelah bercerita, aku akan menyerahkan bunga dan cokelat yang sudah aku persiapkan, sambil menyatakan perasaanku padanya.
    Mudah-mudahan dia mau menerima perasaanku.:)

    Twitter : @angels_rutherfo

  38. Ngngng.. gimana ya, aku nggak bisa ngomong di depan orang yang aku suka kalo itu surat dari aku. Tapi aku juga nggak mau bohong dong, hehe. Jadi, aku bakalan ngangguk terus bilang, “Surprise! Itu bukan tulisan aku tau. Memang kamu tau tulisanku?” terus aku pengen kabur deh biar nggak ketemu orangnya di sekolah :’) malu dan panik banget kan soalnya…

    @ulyafts

  39. Jujur aja. Sudah basah, banjir aja sekalian siapa tau jadi sungai.
    Mau disobek atau dibakar nantinya sama doi yaudah biarlah walau menulisnya pake perasaan *tsah* Daripada perasaan dipendam mulu. Mau move on belum plong, bertahan takut resiko doi enggak suka. Berharap takutnya akunya yang kepedean, cuek takutnya ternyata dia perhatian beneran. Jadi, pas ditanya jujur terus tanya balik kalau doi gimana… Biar dapet kepastian daripada diombang-ambing dan berakhir menggantung. Kalau doi dengan tegas bahwa dia enggak punya perasaan, itu bikin lega hati jadi ini semacam konfirmasi buat aku move on. Kalau doi punya perasaan yang sama, endingnya biar aku dan doi yang nentuin dan pastinya aku bertahan bukan move on.hehe
    @azhanifa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s