[Book Review] Notasi

notasi

Judul: Notasi

Genre: Historical, Romance

Penulis: Morra Quatro

Penerbit: Gagas Media

Tebal: 294 halaman

Harga: Rp. 43.000

Terbit: Mei 2013

Rating: 4 of 5 stars

Sinopsis

Rasanya, sudah lama sekali sejak aku dan dia melihat pelangi di langit utara Pogung.
Namun, kembali ke kota ini, seperti menyeruakkan semua ingatan tentangnya; tentang janji yang terucap seiring jemari kami bertautan.

Segera setelah semuanya berakhir, aku pasti akan menghubungimu lagi.

Itulah yang dikatakannya sebelum dia pergi.
Dan aku mendekap erat-erat kata-kata itu, menanti dalam harap.
Namun, yang datang padaku hanyalah surat-surat tanpa alamat darinya.
Kini, di tempat yang sama, aku mengurai kembali kenangan-kenangan itu….

Notasi dibuka dengan adegan Nalia yang datang kembali ke UGM, kampusnya dulu. Di sana, dia mengenang suatu kisah.

Lalu, kembali ke masa sebelum jatuhnya Orde Baru di Indonesia.

Notasi bercerita tentang kisah dua mahasiswa di masa itu, yang terlibat dalam demonstrasi besar melawan kekuasaan pemerintah yang sekian puluh tahun menjajah negerinya sendiri.

Nalia. Dia mahasiswi Kedokteran Gigi di UGM. Bersama temannya, Nalia pergi ke Fakultas Teknik, karena di sana ada radio yang berguna untuk membantu para mahasiswi kedokteran itu untuk mempublikasikan acara lomba karya tulis mereka. Radio itu bernama Jawara FM (sekarang Swaragama FM). Bukan radio resmi karena mereka tidak membeli frekuensi resmi dari pemerintah.

Kedatangan Nalia di sana tidak disambut dengan terlalu ramah karena kedua fakultas itu bermusuhan.

Di sana Nalia bertemu Nino. Dia salah satu mahasiswa yang mengurus radio itu. Berbeda dengan anak Teknik lainnya, Nino terlihat lebih tenang, lebih santai. Dan sosok pemuda itu membuat Nalia jatuh hati, juga sebaliknya. Nino menyukai Nalia yang cantik dan cerdas. Gadis itu menjadi tempat yang tepat bagi Nino untuk berbagi cerita.

Saat lomba karya tulis diadakan, Nino mengungkapkan perasaannya. Belum sempat Nalia menjawab, tiba-tiba terjadi sebuah serangan di dalam kampus. Kekacauan yang terjadi di Jakarta ternyata sampai juga ke Jogja. Para mahasiswa itu menjadi resah. Mereka akhirnya memutuskan untuk turun ke jalan dan ikut berdemonstrasi.

Tentu ada kekhawatiran di hati Nalia. Ini bukan demo mahasiswa biasa. Ini bukan demo soal keadilan pembagian anggaran setiap fakultas. Ini demo untuk membela rakyat dan negara.

Bila ia pergi saat ini, ia tidak tahu kapan bisa kembali atau akankah ia bisa kembali

Tapi, pada akhirnya Nalia mendukung Nino juga para mahasiswa di kampusnya. Dia bahkan ikut serta ke jalan. Lalu, saat keadaan semakin rusuh, Nino berkelahi dengan salah satu petugas yang ingin melukai Nalia dan teman-temannya. Dan itu menjadi kali terakhir Nalia melihat Nino.

Nalia lalu mendapat kabar dari Nino, hanya beberapa surat yang dia tidak tahu harus balas ke mana. Pemuda itu bercerita di mana dia sekarang dan apa yang tengah terjadi. Lalu, sudah. Tidak ada kabar lagi dari Nino. Janji-janji yang pernah diucapkan tidak bisa ditepati.

Dan Nalia harus kembali menjalani hidupnya.

Review:

Sudah lama banget sebenarnya aku mau baca buku ini, tapi baru bisa dibaca semalam.

Ini buku kedua Morra yang aku baca. Forgiven membuat aku sesak sampai nangis, dan Notasi membuat aku merinding. Baru kali ini aku baca cerita young adult lokal yang membawa sejarah di dalam ceritanya. Dan ternyata seru.

Waktu itu, saat era reformasi, aku baru kelas 3 SD (ketahuan tua deh :p) dan aku terjebak di Riau, nggak bisa pulang karena nggak ada bus maupun pesawat yang berangkat ke Jakarta. Keadaan saat itu sangat kacau. Penjarahan di mana-mana. Demonstrasi besar-besaran. Perkosaan. Ribuan mahasiswa turun ke jalan. Hingga akhirnya presiden yang berkuasa saat itu menuruti permintaan rakyatnya untuk mundur.

Aku menyaksikan semua itu dari balik TV sekaligus merasakan betapa kelamnya masa itu saat kembali ke Jakarta. Salah satu supermarket yang sering aku datangi di dekat rumah sudah hangus. Begitu juga dengan beberapa gedung lain di Jakarta. Catnya menjadi hitam, kacanya pecah, jalanan pun kotor. Seram sekali membayangkan apa yang terjadi saat itu.

Makanya saat membaca kembali kisah di masa itu dalam novel ini, aku jadi merinding. Di luar Jakarta ternyata juga terjadi kekelaman yang sama. Mahasiswa yang mati terbunuh, hilang dan tak pernah kembali. Juga keadilan dan hak asasi manusia yang sampai hari ini belum juga ditegakkan. Ah, jadi sedih ya?

Kembali ke isi cerita.

Pertama, karakter. Rasanya nggak adil kalau membandingkan William Hakim dengan Nino. Will punya pesonanya sendiri. Begitu juga Nino. Walau bagiku, pesona Will masih terlalu kuat sih. Hehe…

Karla dan Nalia juga nggak bisa dibandingkan. Bagiku, mereka sama. Mungkin ini ciri khas dari novel Morra. Perempuan yang mandiri dan cerdas. Aku suka itu. Makanya aku nggak bisa memilih. Dan lagi, nggak adil juga kalau membandingkan novel yang satu dengan novel yang lain.

Untuk setting dan narasi, juara. Yang pasti, aku suka dengan gaya tulis Morra yang juga selalu cerdas. Aku belajar banyak dari novelnya ini.

Notasi sukses membuatku terhanyut dalam ceritanya sampai aku berhasil menyelesaikannya dalam sekian jam saja. Dan karena cerita ini membawa sejarah Indonesia, nilai ceritanya lebih dari Forgiven.

Untuk masalah romance, rasanya Morra paling senang membuat pembacanya gemas. Kisah Nino dan Nalia hanya sebentar, lalu menyisakan manis dan pahit yang datang bersamaan. Tapi mungkin itu yang diinginkan Morra. Bukan happy ending, bukan sad ending, hanya sebuah akhir yang seharusnya seperti itu. Jadi aku nggak akan protes masalah ini. Justru aku suka akhir ceritanya karena lebih realistis.

notasi

Sayang, aku kecewa dengan beberapa spasi yang hilang. Sebenarnya kalau satu dua, itu nggak masalah karena kesalahan itu umum terjadi. Apalagi aku bukan polisi typo. Tapi sampai akhir aku terus menemukan kesalahan yang sama. Padahal ada dua editor dan proof reader. Jadi setengah bintang terpaksa aku ambil lagi. Hehe…

Good job sekali lagi buat Miss Morra. Aku menunggu novel terbarunya tahun ini 😉

image source: here. edited by me.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s