My Year in Books 2014

reading book 2

Ho ho ho…

Post terakhir di 2014.

Aku mau berbagi daftar buku yang aku baca tahun ini. Ada yang mau?

Jadi, tahun ini aku mengikuti Reading Challenge di Goodreads. Aku memasang target membaca 40 buku. Dan ternyata aku berhasil membaca 48 buku. Yeay…! So proud of myself. Haha…

Ini mungkin tahun terbanyak aku membaca buku di seumur hidupku. Dulu, aku pembaca yang setia. Aku cuma membaca satu buku yang kusuka, berkali-kali, sampai hapal. Satu genre pula. Kalau sudah bosan, baru deh aku baca buku lain. Begitu terus.

Tapi karena dua tahun belakangan ini mulai serius ingin jadi penulis, aku memutuskan untuk membaca banyak buku. Soalnya aku yakin, kalau kita banyak membaca buku, tulisan kita pun akan menjadi lebih baik. Hehe…

Oke deh. Langsung aja ya. Ini dia 48 buku yang aku baca tahun ini (diurutkan dari yang paling terakhir dibaca):

1

Dari kiri atas sampai kanan bawah:

Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri – Bernard Batubara

Hanya Kamu yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu – Norman Erikson Pasaribu

Twivortiare 2 – Ika Natassa

Walking After You – Windry Ramadhina

Forgiven – Morra Quatro

Autumn Once More – Ilana Tan, dkk

Cerita Buat Para Kekasih – Agus Noor

Doki Doki Game: Start! – Orihara Ran

Cheeky Romance – Kim Eun Jeong

Girls in the Dark – Akiyoshi Rikako

2

Eleanor & Park – Rainbow Rowell

Restart – Nina Ardianti

If I Stay – Gayle Forman

After Rain – Anggun Prameswari

Filosofi Kopi – Dee

Lovediction 2 – Harninda Syahfitri, dkk

Almost Ten Years Ago – Trini

Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 – Pidi Baiq

Interlude – Windry Ramadhina

Audy 21 – Orizuka

3

Madre – Dee

Twivortiare – Ika Natassa

Divortiare – Ika Natassa

A Very Yuppy Wedding – Ika Natassa

KluBelimbing Meraih Bintang – Nuri Dhea S.

The Truth about Forever – Orizuka

Dan Hujan Pun Berhenti – Farida Susanty

With You – Christian Simamora & Orizuka

Guilty Pleasure – Christian Simamora

Perahu Kertas – Dee

4

Recto Verso – Dee

Fuurin – Ghyna Amanda Putri

Apple Wish – Alfian Daniear

Limit – Triani Retno

Diary Princesa – Swistien Kustantyana

Someone to Remember – Nathalia Theodora

Inseparable – Laili Muttamimah

Rainy’s Days – Fita Chakra

Confession – Fakhrisina Amalia Rovieq

Surat untuk Ruth – Bernard Batubara

5

Norwegian Wood – Haruki Murakami

Coffee Prince – Lee Sunmi

Antologi Rasa – Ika Natassa

Waktu Aku Sama Mika – Indi

Good Fight – Christian Simamora

Pillow Talk – Christian Simamora

Dengarlah Nyanyian Angin – Haruki Murakami

My Curly Love – Guntur Alam

Hoho… Beragam, kan?

Di setiap buku yang aku baca pasti ada plus minusnya. Ada yang aku suka, ada yang aku kurang suka. Tapi yang pasti kelebihan dan kekurangan buku-buku yang kubaca itu sangat berarti untuk meningkatkan kemampuan menulisku. Dan yang pasti aku sangat menikmati cerita dari seluruh buku itu. So, terima kasih banyak untuk para penulis yang ada dalam daftar bacaanku tahun ini┬ákarena selain mendapat hiburan, aku bisa belajar banyak dari karya-karya kalian ­čśÇ

Kalau diperhatikan, buku yang paling banyak memenuhi rak bukuku itu Seri Bluestroberi. Disusul bukunya Christian Simamora, lalu Ika Natassa dan Dee Lestari. Dan genre yang mendominasi itu adalah romance. I’m a hopeless romantic, makanya aku banyak membaca novel romance biar nggak terlalu hopeless gitu. Haha… xD

Oh iya, karena setiap membaca buku itu ada kesan yang tertinggal, aku mau bikin list kesukaan gitu ah. Semacam Award kali ya… :p

Oke. Ini dia listnya. Dikit aja kok. Cuma karakter (pria/wanita) terfavorit, cerita terfavorit dan penulis terfavorit. Mungkin juga beberapa┬ákategori┬átambahan. Let’s see.

Eh iya, ini cuma buat seru-seruan aja, jadi jangan marah kalau selera kita berbeda. Hehe…

Karakter Wanita Terfavorit:

No doubt dan tanpa basa-basi, aku memilih Alexandra Rhea Wicaksono (Divortiare & Twivortiare series).

Alasan: Aku jatuh cinta sama tante yang satu ini karena membaca ceritanya dia itu seperti ngobrol dengan teman atau kakak. Dia nggak menutupi kekurangan dalam hidupnya yang terlihat sempurna. Dia memberikan nasihat tapi nggak menggurui jadi asyik banget pas ‘ngobrol’ atau ‘curhat’ sama dia. Plus, dia itu punya suami paling tidak romantis yang romantis (?) sedunia. Aku kagum sekaligus iri sama Tante Alex. Hehe…

Karakter Pria Terfavorit:

Ini kategori paling sulit dipilih pemenangnya karena ada banyak banget karakter pria yang aku suka tahun ini. Ada Dilan (Dilan), ada Beno Wicaksono (Divortiare & Twivortiare series), ada Arima Kouhei (Doki Doki Game), ada Rex (Audy 21), ada Park (Eleanor & Park), ada Kai Risjad (Interlude), ada William Hakim (Forgiven), dan tentunya ada my lovely J-Boyfriend, Jethro Liem (Good Fight). Banyak banget kan? Dan masih banyak lagi sebenarnya. Ini yang ditulis yang lagi aku ingat aja. Hehe…

Maunya sih memilih semuanya, tapi nggak mungkin juga. Jadi akhirnya setelah menimbang-nimbang, aku memilih…

Dilan. I’m sorry Jet, Om Beno, Kai, Will, dan semuanya. So sorry. Huhu…

Alasan: Dari seluruh karakter pria yang ada dalam daftar nominasi, Dilan ini yang paling unik sendiri. Cuma dia yang kepikiran kasih kado ulang tahun berupa TTS yang sudah diisi semua–dengan alasan supaya kita nggak perlu pusing memikirkan jawabannya. Terus, dia juga mengirim tukang pijit pas cewek yang dia suka lagi jatuh sakit. Gokil kan? Hahaha… xD

Makanya, maaf ya buat semua yang ada dalam jajaran nominasi. Aku lagi suka produk lokal. Hihi… :))

Oke. Mari lanjut ke kategori selanjutnya.

Kumpulan Cerpen Terfavorit:

Autumn Once More (Ilana Tan).

Alasan: Aku membaca cukup banyak kumpulan cerpen tahun ini. After taste-nya, aku suka. Kalau boleh memilih, membaca cerpen itu sangat enak buat orang yang baru mulai membaca (lagi) sepertiku. Soalnya bacaannya nggak terlalu panjang (ya iya lah, kan cerita pendek xD). Sayang, ada beberapa cerita dalam kumpulan cerpen itu yang bikin kepalaku pusing memikirkan apa maksudnya. Dan cuma di Autumn Once More yang nggak membuat keningku berkerut. Hehe…

Aku juga suka Hanya Kamu yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu. Cara berceritanya cerdas. Tapi karena aku lagi suka bacaan romance yang ringan, aku tetap memilih Autumn Once More. Yeah, it’s about taste, after all.

Novel Luar/Terjemahan Terfavorit:

Girls in the Dark (Akiyoshi Rikako).

Alasan: Aku suka cerita remaja yang nggak berfokus di masalah romance. Novel ini salah satunya. Selain soal genre, ceritanya juga menarik. Penuh plot twist. Sang penulis sukses membuat aku bingung harus percaya dengan siapa dalam cerita itu. Keren pokoknya.

PS: Norwegian Wood dan Eleanor & Park juga masuk kategori ini, tapi karena aku nggak membaca ulang bukunya, aku nggak menjadikan mereka pemenang utama. Hehe…

Novel Terfavorit:

Untuk kategori ini aku nggak bisa memilih satu karena hampir semua buku yang kubaca itu menjadi favorit. Makanya aku memilih lima judul untuk novel favoritku tahun ini. Nggak perlu ada alasannya karena semua buku ini menyenangkan untuk dibaca berkali-kali.

Interlude

Divortiare & Twivortiare series

Good Fight

Dilan

Forgiven

Kelima buku di atas adalah buku yang paling banyak aku baca tahun ini. Setiap hari pasti ada satu dua bab dari kelima buku itu yang aku baca.

Penulis Terfavorit:

Ini juga nggak bisa pilih satu, karena ada tiga penulis yang aku suka tahun ini.

Christian Simamora

Alasan: Gaya berceritanya asyik. Kayak lagi diajak ngobrol. Abang yang satu ini sukses membuat POV 3 seluwes POV 1.

Ika Natassa

Alasan: Ceritanya enak dibaca. Karakter dalam setiap bukunya juga dekat dengan pembaca.

Windry Ramadhina

Alasan: Tulisannya rapi. Karena membaca karya Mbak Windry, aku jadi sadar kalau buku yang bagus itu bukan hanya bagus di jalan ceritanya, tapi juga harus rapi.

Oke. Sekarang kategori tambahan. Nggak ada pemenang utama ya. Semuanya sama asyiknya. Well, ini semacam rekomendasi kali ya.

Novel dengan taste ‘luar’:

Doki-Doki Game:Start!, Almost Ten Years Ago.

Kalau membaca novel di atas, pasti rasanya seperti baca novel terjemahan. Sila dicoba.

Novel yang bikin nangis:

Forgiven, Confession, Inseparable, Limit, lalu Dan Hujan Pun Berhenti.

Siapin tisu sebelum membaca kelima buku ini karena air mata bisa tiba-tiba mengalir. Hiks…

Baiklah. Cukup sekian senang-senangnya. Masih banyak sebenarnya kategori yang mau aku bahas, tapi nanti tulisan ini nggak selesai-selesai. Sudah tengah malam juga sih. Hehe…

Semoga kalian setuju ya sama Book Award yang diselenggarakan mendadak┬áini ­čśÇ

Selamat tahun baru, semuanya. Semoga di tahun yang baru ini kita bisa berkarya lebih banyak dan lebih baik lagi.

Happy reading…!

Image source: here. Edited by me.

Advertisements

3 thoughts on “My Year in Books 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s